Friday, 19 July 2024
HomeEkonomiCerita Klaster Bunga Bratang Binaan BRI di Surabaya, Kini Punya Tempat Usaha...

Cerita Klaster Bunga Bratang Binaan BRI di Surabaya, Kini Punya Tempat Usaha Nyaman, Bisnis Terus Berkembang

Bogordaily.net Cerita Klaster Bunga Bratang binaan di Kota Surabaya yang kini memiliki tempat usaha nyaman dan membuat bisnis terus berkembang.

Para pedagang bunga yang ada di Pasar Bratang Kota Surabaya dulu sepi pembeli. Jangankan untuk membeli, orang-orang yang melintas di sekitar area Pasar Bratang saja langsung menutup hidung. Hal ini lantaran aroma tak sedap sampah yang menyeruak menusuk hidung.

Itulah kondisi lapak para pedagang bunga yang menjual tanaman hias di lahan pembuangan sampah.

Ketua Klaster Bunga Bratang, Agus Subali bercerita awalnya memang tempat yang dijadikan para pedagang bunga untuk mencari penghasilan itu adalah lokasi pembuangan sampah sementara dari masyarakat sekitar.

“Kemudian ada beberapa orang sesepuh kami yang membuka lahan sebagai lapak (menjual tanaman). Lama kelamaan muncul komunitas penjual bunga,” ujar Agus.

Karena memiliki kepentingan yang sama, yaitu sama-sama ingin memiliki tempat berjualan yang nyaman sekaligus memperbaiki perekonomian, Klaster Bunga Bratang pun mulai terbentuk.

Anggota Klaster Bunga Bratang berinisiatif agar lokasi mereka berjualan bisa semakin dikenal masyarakat luas dan ramai pembeli.

Melihat potensi yang dimiliki Klaster Bunga Bratang, sekitar empat tahun lalu pun memberikan bantuan. Alhasil, kini lapak milik 70 pedagang di Klaster Bunga Bratang pun telah berubah signifikan.

“Di sini kami sudah 35 tahun menjadi pedagang bunga. Dulu belum tertata rapi seperti ini, baru beberapa tahun belakangan lokasinya jadi seperti ini. Kami juga sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan dari ,” kata Agus.

Agus mengaku sejak ada pengembangan dan penataan, lokasi berniaga Klaster Bunga Bratang jauh lebih baik dan nyaman. Bukan hanya lokasi saja yang nyaman, Klaster Bunga Bratang pun ikut menciptakan kenyamanan lain bagi para anggotanya, yang mana mereka tak sungkan untuk saling berbagi informasi edukatif mengenai dunia hortikultura.

Pertukaran informasi dengan semangat yang membangun itu pun biasa dilakukan di gazebo yang merupakan salah satu fasilitas yang diberikan untuk Klaster Bunga Bratang.

“Kami di sini biasa ngobrol-ngobrol dan rapat di gazebo. Jadi kalau ada pedagang senior bisa saling memberikan masukan kepada teman yang baru. Selain bantuan fasilitas gazebo, kami juga dibantu akses modal dan itu yang penting. Kami dapat KUR dari dengan pembayaran bunga yang sangat murah sekali. Besar pinjaman bervariasi tergantung dari masing-masing pedagang,” cerita Agus.

Tentunya, lanjut Agus, dengan adanya bantuan tersebut, otomatis perekonomian para pedagang ikut terbantu.

Buktinya, mereka bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan pokok keluarga, tapi juga anak-anak mereka bisa mendapat pendidikan yang layak.

“Kalau dulu orang-orang pedagang bunga di sini tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang lebih tinggi, alhamdulilah dengan adanya usaha ini, kami bisa memberikan pendidikan sekolah kepada anak-anak hingga kuliah. Selain itu, teman-teman pedagang juga bisa membeli rumah tinggal, jadi istilahnya ekonomi semakin membaik,” katanya.

Selain menguntungkan Klaster Bunga Bratang, kegiatan pembinaan dan pemberdayaan dari juga memberikan kenyamanan kepada para pembeli tanaman hias.

“Soalnya ada pembayaran non-tunai yang mempermudah, jadi customer tidak perlu sedia uang tunai. Sekarang sudah ada QRIS, jadi bisa langsung transaksi antara pedagang dan customer, jadi sama-sama memudahkan,” kata Agus yang menjelaskan kalau Klaster Bunga Bratang sebelumnya mendapat pembinaan dan pelatihan terkait sistem penjualan menggunakan QRIS.

Dengan kegiatan pemberdayaan dari , Agus berharap agar Klaster Bunga Bratang bisa terus mendapat dukungan dan pendampingan dari agar dapat terus mengembangkan usahanya.

Ia juga berharap kolaborasi dapat terjalin dalam jangka panjang, untuk membantu penjualan bunga supaya bisa laris manis.

“Dengan kemajuan zaman ini kita diberikan kemudahan dalam penjualan ataupun dibantu branding supaya tidak ketinggalan zaman,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Mikro Supari mengungkapkan bahwa memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM lewat program Klasterkuhidupku.

Hingga nantinya, UMKM yang tumbuh dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di daerah lain.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya dengan memberikan modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya, sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkembang,” ungkap Supari.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here