Friday, 19 July 2024
HomeNasionalKoleksi Senjata Api, Ini Fakta Anggota DPRD Tembak Warga saat Prosesi Adat...

Koleksi Senjata Api, Ini Fakta Anggota DPRD Tembak Warga saat Prosesi Adat Begawi Lampung

Bogordaily.net – Anggota DPRD Tengah terpilih, Muhammad Saleh Mukadam, jadi tersangka setelah terlibat dalam insiden penembakan saat prosesi adat Begawi .

Insiden ini terjadi saat Muhammad Saleh Mukadam menghadiri sebuah acara pernikahan. 

Dalam prosesi pernikahan adat , yang dikenal sebagai Begawi, Mukadam dipercaya untuk memegang senjata sebagai bagian dari sambutan. 

Namun, tembakannya meleset dan mengakibatkan seorang warga tewas.

Profil Muhammad Saleh Mukadam

Muhammad Saleh Mukadam mengenyam pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas di Tengah. 

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sumatera Utara, Medan, dan berhasil memperoleh gelar sarjana dalam bidang hukum.

Ia adalah anggota DPRD Tengah dari Fraksi Gerindra. Menurut informasi dari laman resmi DPRD Tengah, Mukadam aktif dalam Komisi IV. 

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris di Komisi III, seperti yang tercatat di situs BPS Tengah pada Minggu (7/7/2024).

Selain itu, dalam struktur pengurus yang tertera di laman DPP Gerindra (gerindra.id), nama M Saleh Mukadam terdaftar sebagai bagian dari pengurus DPC Tengah, dengan posisi sebagai Wakil Ketua I.

Tempat tinggal Saleh Mukadam berada di Kampung Mataram Ilir, Tengah, di mana peristiwa penembakan terjadi.

Tidak Sengaja

Kuasa hukum Muhammad Saleh Mukadam, anggota DPRD Tengah, Dedi Wijaya, mengklaim bahwa kliennya tidak sengaja menembak dan menyebabkan kematian warga. 

Dedi juga menjelaskan bahwa penggunaan senjata api dalam adat istiadat penyambutan besan di Lampung merupakan hal yang lazim.

“Peristiwa ini terjadi di acara pernikahan adik ipar tersangka. Seperti kebiasaan di Lampung, sering kali terjadi letusan senjata api dalam acara semacam ini, bukan hanya sekali, tetapi juga di tempat lain,” ujar Dedi Wijaya pada Minggu (7/7/2024).

Dedi menambahkan bahwa Mukadam tidak sengaja menembak korban yang bernama Salam dalam peristiwa tersebut, dan Mukadam telah mengakui kelalaiannya terhadap korban yang memiliki hubungan keluarga dengannya.

Koleksi Senjata Api

Muhammad Saleh Mukadam diketahui memiliki empat senjata api ilegal yang disita oleh polisi karena tidak dilengkapi dengan surat resmi.

Keempat senjata tersebut termasuk Zoraki Mod 914-T, senjata api laras panjang FNC Belgia, dan Revolver Cobra. 

Polisi juga menyita dus magasin, 60 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 34 butir amunisi kaliber 9 mm, serta beberapa selongsong peluru.

Polres Lampung Tengah saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan keempat senjata api ini yang dimiliki oleh Muhammad Saleh Mukadam, seorang anggota DPRD Lampung Tengah, yang diketahui merupakan senjata api otomatis pabrikan dan bukan hasil dari senjata rakitan.

Peristiwa ini menyoroti aturan ketat tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api di Indonesia. 

Berdasarkan hukum di Indonesia, kepemilikan senjata api ilegal dapat dikenakan hukuman berat. 

Penggunaan senjata api tanpa izin yang sah, atau dengan cara yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku, dapat dikenai hukuman pidana yang serius. Hukuman ini mencakup penjara hingga beberapa tahun dan denda yang besar.

Kasus yang melibatkan Muhammad Saleh Mukadam menekankan pentingnya penegakan hukum dan regulasi ketat terkait senjata api untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here