Bogordaily.net – Promosi merek menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesadaran merek. Di era digital saat ini, merek dituntut untuk menonjol dan menarik perhatian konsumen. Era digital mewajibkan setiap produsen atau pemilik merek mampu melakukan kreasi dan inovasi di dalam pemasaran produknya. Salah satunya adalah dengan mengkombinasikan bahasa dengan produk yang ingin dipasarkan. Bahasa memiliki peran penting di dalam komunikasi manusia dan menunjang keberhasilan dalam interaksi (Mediyawati dkk,2019). Penulisan bahasa dalam penulisan kreatif tidaklah dibuat secara sederhana. Kata atau kalimat dipertimbangkan secara efektif dengan tujuan menarik pembacanya. Misalnya Zarry Hendrik yang sudah mendapatkan penghasilan yang fantastis dari bisnis caption yaitu 70 juta rupiah (Dewi,2019).
Penulisan kreatif hadir sebagai kekuatan baru dalam dunia promosi. Penulisan kreatif berperan penting dalam mempengaruhi minat pembeli. Penulisan kreatif tidak hanya menyampaikan informasi tentang produk atau layanan, tetapi dapat menjadi media promosi yang menarik. Penggunaan bahasa yang menarik , dapat membuat konsumen tertarik terhadap produk atau layanan yang diiklankan melalui platform digital. Mengaplikasikan penulisan kreatif dalam promosi merek tidaklah mudah , dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai target audiens , karakteristik merek , dan tujuan promosi. Strategi yang tepat dibutuhkan untuk mengintegrasikan penulisan kreatif ke dalam media promosi dan saluran komunikasi.
Penulisan kreatif dalam promosi merek tidak hanya membuat iklan menarik, tetapi membangun narasi yang kuat, membuat karakter merek, dan menggunakan bahasa yang dapat menyentuh hati konsumen. Tujuan penulisan kreatif dalam promosi merek adalah untuk mendorong konsumen mengetahui lebih dalam tentang merek dan akhirnya menjadi pelanggan setia. Penulisan kreatif diarahkan untuk membangun kepercayaan, loyalitas, minat , dan memiliki tujuan akhir berupa rekognisi merek. Oleh karena itu , penulisan kreatif harus berisi hal-hal yang dapat meningkatkan engagement konsumen terhadap merek.
Penulisan dengan Struktur AIDA
Salah satu cara dalam penulisan kreatif adalah dengan menggunakan struktur AIDA. Struktur AIDA diciptakan oleh Elias St. Elmo Lewis pada tahun 1898. AIDA merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desaire , dan Action. Lewis meletakkan pondasi model ini pada tahun 1898 melalui slogan “attract attention , maintain interest, create desire” dan ditambahkan elemen keempat “get Action”.
Bagian pertama adalah Attention. Attention untuk menciptakan daya tarik pada produk atau layanan yang dijual oleh sebuah merek. Pada tahap ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian konsumen. Sebagai contoh, jika ingin mempromosikan sebuah sunscreen dari sebuah merek bisa menggunakan kata atau kalimat yang menarik seperti “Ingin wajah tetap terlindungi di bawah sinar matahari ?” hal tersebut dapat menarik perhatian konsumen terhadap sebuah produk dan mencari tahu mengenai produk dan merek lebih dalam.
Setelah mendapatkan daya tarik dari konsumen, selanjutnya adalah merubah daya tarik tersebut menjadi sebuah minat. Tuliskan hal-hal yang dapat membuat konsumen menaruh minatnya seperti menjelaskan bahan yang digunakan dalam produk. Sebagai contoh “Sunscreen kami menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi” hal tersebut dapat menaruh minatnya pada produk.
Selanjutnya adalah desire, pada tahap ini menciptakan rasa keinginan pada konsumen untuk membeli produk atau layanan sebuah merek, ubah rasa ketertarikan konsumen menjadi perasaan membutuhkan. Pada tahap ini sangat penting untuk meyakinkan konsumen agar mereka merasa butuh untuk membeli produk atau layanan sebuah merek. Sebagai contoh, tuliskanlah manfaat dari produk atau layanan, kelebihan produk atau layanan yang tidak dimiliki oleh kompetitor seperti “Sunscreen ini akan membuat wajah terlihat segar seharian” hal tersebut dapat memancing konsumen untuk membeli produk tersebut.
Tahap yang terakhir dari AIDA adalah dengan memicu aksi, artinya di sinilah calon konsumen melakukan aksi pengambilan keputusan pembelian. Buatlah kata atau kalimat yang mengajak konsumen untuk membeli produk atau layanan seperti “Beli sunscreen ini dan dapatkan potongan 10% setiap pembelian”. Tidak ada jaminan bahwa proses promosi akan berakhir dengan penjualan, tetapi konsumen sudah memiliki impresi terhadap produk atau layanan sebuah merek.
Strategi Penulisan Kreatif yang Efektif
- Memahami Target Audiens
Sebelum menulis analisis target audiens dari merek yang ingin dipromosikan , seperti apa minat mereka , budaya , dan kebiasaan. Dengan memahami target audiens penulisan akan lebih relevan dan efektif.
2. Mengembangkan Pesan Merek yang Kuat
Pesan merek harus jelas , mudah diingat , pesan merek harus mencerminkan apa yang ingin disampaikan merek terhadap konsumen.
3. Menentukan Tujuan Promosi
Tujuan promosi akan membantu strategi penulisan kreatif yang akan digunakan.
4. Menggunakan Bahasa yang Menarik dan Kreatif
Gunakan bahasa yang menarik dan relevan untuk membuat pesan merek lebih menarik dan berkesan
5. Memanfaatkan Berbagai Bentuk Konten ‘
Penulisan kreatif dapat diterapkan dalam berbagai bentuk konten, seperti artikel blog, postingan media sosial, Caption, dan Video. Sesuaikan bentuk konten dengan target audiens dan tujuan promosi.
6. Memperhatikan Konsistensi
Pastikan gaya bahasa dan pesan merek konsisten di semua saluran komunikasi. Konsistensi akan membantu membangun citra merek yang mudah diingat.
7. Evaluasi
Evaluasi akan membantu merek untuk meningkatkan strategi penulisan mereka.
Dapat disimpulkan bahwa penulisan kreatif memiliki peran penting dalam promosi merek di era digital. Penulisan kreatif yang efektif dapat menarik perhatian konsumen, membangun koneksi emosional, meningkatkan daya ingat, menciptakan pengalaman merek yang unik, dan mendorong tindakan.
Salah satu cara dalam penulisan kreatif dki Era Digital adalah dengan menggunakan struktur AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Selain itu, terdapat beberapa strategi penulisan kreatif yang efektif, antara lain memahami target audiens, mengembangkan pesan merek yang kuat, menentukan tujuan promosi, menggunakan bahasa yang menarik dan kreatif, memanfaatkan berbagai bentuk konten, memperhatikan konsistensi, dan melakukan evaluasi.***
Ailsha Shabila, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University