Saturday, 18 April 2026
HomeKabupaten BogorMahasiswa Soroti Ketidakhadiran Rektor IPB di Konsolidasi Kasus Kekerasan Seksual

Mahasiswa Soroti Ketidakhadiran Rektor IPB di Konsolidasi Kasus Kekerasan Seksual

Bogordaily.net – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB bersama Koalisi Mahasiswa mempertanyakan ketidakhadiran Rektor IPB dalam forum konsolidasi terkait dugaan kasus kekerasan seksual (KS) di lingkungan kampus.

Aksi protes tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar bersama perwakilan mahasiswa pada Jumat (17/4). Dalam forum itu, sejumlah mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pimpinan tertinggi kampus hadir langsung dan bertanggung jawab atas penanganan kasus.

“Keadilan untuk korban KS di IPB! Rektor harus hadir atau turun sekarang juga,” teriak massa mahasiswa di luar ruang konsolidasi.

Mahasiswa menilai forum yang digelar pihak kampus tidak mencerminkan upaya penyelesaian yang serius. Mereka menuding kegiatan tersebut lebih bersifat formalitas dan pencitraan, alih-alih menghadirkan langkah konkret untuk penanganan kasus.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga membandingkan respons pimpinan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad), yang dinilai lebih responsif dalam menangani kasus serupa. Pimpinan kampus-kampus tersebut disebut turun langsung, menyampaikan permintaan maaf terbuka, serta mengambil langkah tegas.

Sementara itu, Rektor IPB, Alim Setiawan, disebut tidak memberikan pernyataan publik secara langsung hingga saat ini. Bahkan, mahasiswa mengklaim rektor sedang berada di luar negeri saat kasus mencuat, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Selain rektor, mahasiswa juga menyoroti ketidakhadiran pihak terkait lainnya, termasuk pimpinan fakultas yang berkaitan dengan kasus. Dalam forum tersebut, pihak kampus hanya diwakili oleh jajaran wakil rektor.

Mahasiswa juga menyesalkan tidak dilibatkannya korban dalam forum konsolidasi. Padahal, menurut mereka, korban membutuhkan ruang aman serta dukungan langsung dari institusi.

BEM KM IPB bersama Koalisi Mahasiswa kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

* Transparansi penuh dalam penanganan kasus tanpa ada yang ditutup-tutupi
* Pemberian sanksi tegas terhadap pelaku dan pihak yang terlibat
* Pernyataan langsung dari Rektor IPB
* Keterlibatan langsung pimpinan kampus dalam pendampingan korban
* Penghentian forum yang dinilai tidak substantif

“Kami menuntut tanggung jawab, bukan alasan,” ujar perwakilan mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat IPB terkait tuntutan mahasiswa tersebut.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here