Sunday, 17 May 2026
HomeKabupaten Bogor335 Jemaah Haji Kloter 24 Kabupaten Bogor Dilepas Bupati Rudy Menuju Tanah...

335 Jemaah Haji Kloter 24 Kabupaten Bogor Dilepas Bupati Rudy Menuju Tanah Suci

Bogordaily.net – Cibinong tidak sekadar jadi titik keberangkatan. Minggu (17/5/2026) itu, Gedung Tegar Beriman seperti berubah menjadi ruang perpisahan yang penuh doa, air mata, dan harapan. Sebanyak 335 jemaah haji Kloter 24 asal Kabupaten Bogor resmi dilepas Bupati Bogor Rudy Susmanto menuju Tanah Suci.

Ada yang berangkat dengan langkah mantap, ada pula yang menahan haru saat tangan keluarga tak lagi bisa lebih lama digenggam. Ibadah haji memang selalu begitu: pertemuan dan perpisahan bertemu dalam satu waktu.

Kloter 24 JKS ini menjadi kloter keenam dari Kabupaten Bogor pada gelombang kedua pemberangkatan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Besok, 18 Mei 2026 pukul 10.10 WIB, para jemaah dijadwalkan terbang melalui Embarkasi Bekasi menggunakan penerbangan SV 5161 menuju Arab Saudi.

Di hadapan ratusan jemaah, Bupati Rudy Susmanto menyampaikan pesan yang sederhana tapi berat maknanya: jaga kesehatan, jaga fokus, dan jalankan ibadah dengan khusyuk. Tidak ada pesan yang berlebihan—karena perjalanan ini bukan perjalanan biasa.

“Bismillahirrahmanirrahim, jemaah haji Kloter 24 Kabupaten Bogor dengan ini secara resmi saya nyatakan dilepas,” ujar Rudy Susmanto, menandai dimulainya perjalanan spiritual ratusan warga itu.

Doa kemudian menjadi kalimat yang paling sering diulang di ruangan itu. Rudy berharap seluruh jemaah diberi kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.

Harapan itu juga menyatu dengan kerja panjang di belakang layar. Kloter 24 tidak berangkat sendiri. Ada Ketua Kloter, pembimbing ibadah, tim kesehatan, paramedis, hingga Petugas Haji Daerah (PHD) yang ikut mendampingi. Sebuah sistem yang disiapkan agar perjalanan panjang ini tetap terjaga dari sisi layanan dan keselamatan.

Namun, yang paling sulit disembunyikan tetap suasana di luar seremoni. Keluarga jemaah datang, sebagian membawa doa yang sudah disiapkan sejak lama, sebagian lagi hanya bisa menatap sambil berusaha tersenyum. Karena di titik ini, haji bukan hanya urusan individu, tapi juga urusan keluarga yang melepas separuh hatinya.

Dan seperti biasa, setelah semua sambutan selesai, yang tersisa adalah keheningan yang pelan-pelan berubah menjadi doa. Tanah Suci sudah menunggu, dan 335 jemaah itu segera berangkat membawa harapan yang sama: pulang sebagai pribadi yang berbeda.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here