Friday, 8 May 2026
HomeKota BogorApa Saja Kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor? Ribuan Penari hingga...

Apa Saja Kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor? Ribuan Penari hingga Dedi Mulyadi Naik Kuda

Bogordaily.net – Bogor akan punya malam yang berbeda. Jalan-jalan tua yang biasanya dipenuhi suara klakson dan aroma kuliner, besok berubah menjadi panggung budaya. Pertanyaan publik kini sama: apa saja kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor?

Jawabannya: sangat meriah. Sangat panjang iring-iringannya. Dan sangat besar antusiasme warganya.

Kirab Mahkota Binokasih yang digelar Jumat malam, 8 Mei 2026, bukan sekadar pawai budaya biasa. Ini seperti menghidupkan kembali jejak Kerajaan Pajajaran di jantung Kota Bogor.

Rutenya mencapai 3,2 kilometer. Dimulai dari kawasan Museum Pajajaran Batutulis, melewati Jalan Lawang Gintung, Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, hingga berakhir di Jalan Suryakencana—kawasan legendaris pecinan Bogor yang malam itu dipastikan berubah total.

Pertanyaan tentang apa saja kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor mulai terjawab ketika angka-angka peserta diumumkan.

Ada 885 penari yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Jumlah yang tidak kecil. Mereka akan tampil sepanjang rute kirab dengan kostum tradisional dan atraksi budaya khas daerah masing-masing.

Belum cukup.

Sebanyak 27 kesenian dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat juga ikut ambil bagian. Artinya, warga Bogor akan menyaksikan parade budaya Sunda dalam versi paling lengkap. Dari musik tradisional, tari daerah, hingga atraksi khas kerajaan.

Yang membuat suasana makin menyedot perhatian: iring-iringan Forkopimda bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang dijadwalkan menunggang kuda selama kirab berlangsung.

Pemandangan itu diprediksi menjadi magnet utama warga.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor memperkirakan massa yang hadir mencapai 2.000 hingga 3.000 orang. Angka yang bisa saja bertambah karena kawasan Suryakencana memang dikenal selalu padat ketika ada acara budaya.

“Jadi bisa terbayang kemeriahannya dalam kirab pawai budaya ini,” ujar Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus.

Malam Bogor besok tampaknya akan penuh warna.

Lampu-lampu jalan di sepanjang Surken akan memantulkan warna kostum penari. Suara musik tradisional dipastikan menggema di antara bangunan-bangunan tua. Dan warga kemungkinan akan berdesakan di trotoar demi melihat langsung Mahkota Binokasih yang menjadi simbol sejarah Pajajaran.

Karena itulah, rekayasa lalu lintas disiapkan besar-besaran.

Skema satu arah mulai diterapkan pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Setelah itu, Jalan Suryakencana ditutup total mulai pukul 18.00 sampai 22.00 WIB.

Kendaraan dari arah Otista maupun Siliwangi akan dialihkan polisi ke jalur alternatif.

Warga yang hendak melintas di pusat Kota Bogor diminta mengatur perjalanan lebih awal agar tidak terjebak kemacetan panjang.

Lalu sebenarnya apa saja kemeriahan Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bogor yang paling dinanti?

Bukan hanya parade penarinya. Bukan hanya gubernur naik kuda. Tetapi juga suasana nostalgia sejarah Pajajaran yang dibawa ke tengah kota modern.

Bogor seperti sedang mengingat kembali masa lalunya. Dan malam itu, sejarah tidak dibaca di buku. Sejarah akan berjalan di jalan raya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here