Bogordaily.net – Kasus rumah tangga selebgram Clara Shinta kembali menjadi sorotan publik setelah ia resmi mengadukan permasalahan yang dialaminya ke Komisi Nasional Perempuan. Aduan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan perselingkuhan suaminya, Alexander Assad, tetapi juga somasi bernilai fantastis yang diterimanya dari pihak yang diduga sebagai orang ketiga.
Clara datang ke kantor Komnas Perempuan di Menteng, Jakarta Pusat, didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga.
Kehadiran mereka bertujuan mencari perlindungan sekaligus pendampingan secara perspektif perempuan atas kasus yang dinilai cukup kompleks ini.
Menurut Sunan, kliennya justru berada dalam posisi yang membingungkan. Alih-alih mendapatkan klarifikasi atau permintaan maaf, Clara malah menerima somasi dengan tuntutan ganti rugi yang sangat besar.
“Namun demikian, yang sungguh mengejutkan, mengagetkan, somasi dari Indah (selingkuhan suami) melalui kuasa hukumnya. Sehingga Mbak Clara di situ juga kaget, bingung, dan merasa sebagai orang awam, ‘saya korban kenapa disomasi?’” jelas Sunan di Komnas Perempuan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 4 Mei 2026.
“Dan dalam somasi itu secara sepengetahuan orang awam atau kacamata Mbak Clara, ‘Kenapa saya dimintain duit miliaran rupiah?’” lanjutnya.
Di sisi lain, Clara mengaku mendapat sambutan yang baik dari pihak Komnas Perempuan. Ia menilai lembaga tersebut memberikan ruang untuk didengar dari sudut pandang yang lebih empatik, bukan semata-mata pendekatan hukum formal.
“Kalau tadi respons dari pihak Komnas, namanya juga Komnas Perempuan ya, mereka itu mendengarkan bukan secara mata hukum, tapi lebih ke mata perempuan,” ungkap Clara dalam kesempatan yang sama.
Sebagai istri sah, Clara juga menegaskan bahwa posisinya memiliki kekuatan baik secara hukum maupun agama. Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang turut dipertimbangkan dalam pengaduannya.
“Jadi mereka paham kita hidup di negara hukum. Tapi mereka di sini nggak melihat itu, mereka lebih melihat ke posisi saya ini istri sah, punya kekuatan hukum di mata agama dan hukum,” katanya.
Di tengah polemik yang berkembang, hubungan Clara dan Alexander kini telah memasuki fase baru.
Keduanya memutuskan untuk tidak lagi tinggal serumah, dan seluruh komunikasi dilakukan melalui perantara kuasa hukum. Kondisi ini tentu berdampak pada kehidupan keluarga, terutama anak-anak mereka.
Clara mengaku berusaha menjaga kondisi psikologis anak-anaknya dengan memberikan penjelasan yang sederhana terkait keberadaan sang ayah.
“Kalau ditanya papanya di mana, saya bilangnya kerja. Bilang lagi sibuk atau lagi di luar kota. Kebetulan mereka juga sudah biasa kalau papanya keluar kota lama. Jadi ya anak-anak menganggapnya seperti itu,” jelasnya.
Permasalahan ini bermula dari unggahan Clara di Instagram Story pada 30 Maret 2026, yang memperlihatkan dugaan video call tidak pantas antara suaminya dan seorang wanita bernama Tri Indah R.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi publik hingga berujung pada gugatan cerai yang diajukan Clara.
Tak berhenti di situ, Clara juga mengungkap bahwa dirinya menerima somasi dengan nilai yang tidak sedikit.
“Saya mendapat surat somasi dari saudari Indah dengan permintaan penggantian ganti rugi atas psikisnya yang terganggu, dan terganggunya pekerjaan dengan nilai yang cukup fantastis, Rp10,7 miliar,” ungkap Clara dalam konferensi pers.
Menanggapi hal tersebut, pihak Clara kini tengah mempertimbangkan langkah hukum lanjutan, termasuk kemungkinan melayangkan somasi balik. Kasus ini pun masih terus bergulir dan berpotensi memasuki babak baru di ranah hukum.***
