Bogordaily.net – Rekaman video aksi kekerasan terhadap Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, viral di media sosial dan memicu perhatian luas publik.
Dalam video yang beredar, terlihat momen saat Bro Ron mengalami pemukulan secara tiba-tiba oleh seorang pria saat berada di situasi yang tengah memanas.
Berdasarkan video yang diunggah langsung oleh Bro Ron, insiden terjadi dalam hitungan detik. Saat itu, ia tampak berada di sebuah ruangan dan sempat meletakkan kacamata di atas meja.
Namun, saat ia berbalik badan, seorang pria tiba-tiba muncul dan langsung melayangkan pukulan ke arah wajahnya.
Serangan tersebut terjadi tanpa peringatan, sehingga membuat Bro Ron tidak sempat menghindar.
Korban Alami Luka di Wajah
Akibat pukulan tersebut, Bro Ron mengalami luka di bagian wajah, tepatnya di sekitar pelipis dan mata. Dalam rekaman yang beredar, terlihat darah mengucur cukup deras dari area luka.
Kondisi tersebut memperlihatkan kerasnya pukulan yang diterima korban dalam insiden tersebut.
Sosok pelaku yang terekam dalam video memiliki ciri fisik yang cukup mencolok. Ia terlihat berbadan besar dan tegap, mengenakan kaus hitam serta topi.
Selain itu, pelaku juga tampak memiliki jenggot tebal yang semakin memperjelas identitas visualnya.
Ekspresi wajah pelaku saat kejadian menunjukkan kemarahan, terutama ketika melayangkan pukulan ke arah korban.
Diduga Berkaitan dengan Kasus Perusahaan
Sebelum insiden terjadi, Bro Ron diketahui sempat menyinggung persoalan yang melibatkan PT SKS. Ia mengunggah informasi terkait dugaan kerugian hingga Rp9 miliar yang dialami oleh klien dari sebuah firma hukum.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang mengaitkan langsung insiden pemukulan tersebut dengan kasus yang sedang diangkat.
Tak lama setelah kejadian viral, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku pemukulan.
Langkah ini diambil guna memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Hingga saat ini, kronologi lengkap kejadian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.***
