Friday, 15 May 2026
HomeKota BogorDLH Kota Bogor Terus Maksimalkan Bersihkan Sampah dari Program MBG

DLH Kota Bogor Terus Maksimalkan Bersihkan Sampah dari Program MBG

Bogordaily.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor terus berupaya maksimal membersihkan sampah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari aktivitas dapur SPPG.

DLH mengklaim masih dapat menangani permasalahan sampah tersebut, sejauh ini pihaknya menerjunkan anggota dan armada guna meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah-sampah yang bersumber dari SPPG tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi mengatakan, memang semenjak adanya MBG, timbulan sampah di wilayah Bogor ada peningkatan, namun tidak begitu banyak hanya 2 ton dari 11 SPPG.

Dia menyebut, 11 SPPG itu lantaran secara layanannya langsung diangkut dan dikelola oleh DLH, sehingga volume sampahnya secara otomatis dapat terdata ada sekitar 1 sampai 2 ton per hari.

“Sebelum ada MBG, volume sampah yang kita layani mencapai 550 ton per hari, namun dengan ditambah 11 SPPG seberat 2 ton, maka kita akumulasikan ada sekitar 552 ton per hari. Dari jumlah tersebut, 70 persennya di buang ke TPA Galuga, dan 30 persennya dikelola di TPS menggunakan metode pengurai budidaya magot,” kata Deden.

Deden mengaku SPPG di Kota Bogor memang sudah lebih dari 100 titik. Namun pelayanan yang dilakukan DLH secara langsung ada 11 SPPG, sehingga SPPG lainnya yang tersebar di 6 kecamatan sebagian besar di kelola oleh masyarakat melalui TPS-TPS di tingkat kelurahan.

“Sebetulnya kita sudah anjurkan ke SPPG di Kota Bogor untuk mengelola sampahnya menggunakan metode budidaya magot. Kenapa? Karena disitu ada nilai ekonomis yang bisa mereka olah, misalnya dari budidaya magot maka sampah yang diurai bisa menjadi pupuk, ditambah magotnya juga bisa menjadi pakan ikan dan unggas,” ujarnya.

Tapi di sini kita melihat sisi positifnya, dan kami pun sangat mengapresiasi karena dengan adanya MBG dapat menekan angka pengangguran.

“Bahkan, dari timbulan sampah yang memang sedikit meningkat dapat terurai karena dikelola oleh masyarakat melalui TPS-TPS yang tersebar di Kota Bogor, sehingga masyarakat dapat memiliki penghasilan,” pungkasnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here