Thursday, 7 May 2026
HomeNasionalHabiskan Anggaran Rp550 M, Website Badan Gizi Nasional Disorot Netizen Pakai AI 

Habiskan Anggaran Rp550 M, Website Badan Gizi Nasional Disorot Netizen Pakai AI 

Bogordaily.net – Website Badan Gizi Nasional, bgn.go.id, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial pada Selasa 5 Mei 2026. Bukan karena fitur teknologinya yang canggih, situs tersebut justru menuai kritik dari publik akibat tampilan visual yang dinilai kurang maksimal dibanding nilai proyek yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Sorotan bermula ketika netizen menemukan adanya asisten virtual berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dalam website tersebut.

Fitur itu sebenarnya dianggap cukup membantu karena mampu memberikan informasi secara cepat dan gratis kepada masyarakat.

Namun perhatian publik kemudian bergeser pada sejumlah ilustrasi dan aset visual yang digunakan di dalam situs.

Banyak pengguna internet menduga gambar-gambar tersebut merupakan hasil generatif AI yang digunakan tanpa proses penyempurnaan lebih lanjut.

Akibatnya, tampilan visual website dinilai kurang profesional dan terkesan dibuat secara instan.

Kritik pun semakin ramai setelah warganet mengaitkannya dengan anggaran pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) yang disebut mencapai Rp550 miliar.

Besarnya nilai proyek tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas desain serta penggunaan anggaran, khususnya pada sektor kreatif dan visual.

“Minimal hire ilustrator, masa ginian doang pakai AI,” tulis salah satu netizen dalam utas yang viral di media sosial.

Banyak warganet menilai anggaran besar seharusnya mampu menghadirkan platform digital yang tidak hanya unggul dari sisi fungsi teknologi, tetapi juga memiliki kualitas visual yang lebih matang dan dikerjakan oleh kreator lokal.

Hingga kini, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan penggunaan aset AI generatif pada situs tersebut maupun rincian alokasi anggaran SIPGN yang menjadi sorotan publik.

Perdebatan ini kembali memunculkan diskusi lebih luas mengenai penggunaan teknologi AI di lingkungan pemerintahan.

Sebagian pihak menilai AI dapat menjadi solusi efisiensi, sementara lainnya menganggap penggunaan berlebihan justru dapat menurunkan kualitas hasil akhir, terlebih jika didukung anggaran yang besar.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here