Bogordaily.net – Jemaah haji Kota Bogor merasakan momen berbeda saat mengawali hari di Kota Suci Madinah Al Munawwarah, Senin, 4 Mei 2026. Pagi itu terasa lebih hangat, bukan karena cuaca, melainkan karena sajian yang begitu akrab di lidah.
Menu makan pagi bagi Kloter JKS 10 asal Kota Bogor disiapkan dengan nuansa khas Indonesia. Ada ayam, sayuran, dan nasi kuning—kombinasi sederhana yang justru menghadirkan rasa istimewa bagi para tamu Allah.
Jemaah haji Kota Bogor tampak menikmati hidangan tersebut. Di tengah jarak ribuan kilometer dari tanah air, makanan seperti ini bukan sekadar pengisi perut. Ia menjadi penghubung rasa—antara Madinah dan rumah di Bogor.
Tidak sedikit jemaah yang mengaku terharu. Bukan soal mewah atau tidaknya menu, tetapi perhatian yang terasa begitu dekat. Di tanah suci, sentuhan kecil seperti ini punya arti besar.
Pelayanan yang diberikan pun mendapat apresiasi. Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia dinilai berhasil menghadirkan kenyamanan bagi para jemaah, termasuk dalam hal konsumsi yang sesuai dengan selera Nusantara.
Jemaah haji Kota Bogor kembali membuktikan bahwa perjalanan ibadah bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang pengalaman batin. Dan pagi itu, di Madinah, pengalaman itu dimulai dari sepiring nasi kuning.***
