Monday, 11 May 2026
HomeNasionalMinyaKita Langka di Pasaran, Mendag Ungkap Distribusi Difokuskan ke Papua dan HET...

MinyaKita Langka di Pasaran, Mendag Ungkap Distribusi Difokuskan ke Papua dan HET Berpotensi Naik

bogordaily.net – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui adanya kelangkaan minyak goreng merek MinyaKita di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena distribusi MinyaKita yang merupakan bagian dari skema domestic market obligation (DMO) saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Papua.

Kebijakan distribusi tersebut membuat pasokan MinyaKita di beberapa daerah mengalami pengurangan.

Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat masih dapat memperoleh minyak goreng merek lain yang memiliki kualitas serupa dan tersedia di pasaran.

Budi menyampaikan, masyarakat tidak perlu terpaku pada MinyaKita karena masih banyak pilihan minyak goreng lain dengan kualitas yang hampir setara.

Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap MinyaKita disebabkan harga yang lebih terjangkau dibanding produk sejenis lainnya.

L”Memang peruntukannya seperti itu, tapi kadang-kadang orang larinya ke MinyaKita karena kualitasnya hampir sama dengan yang lain. Padahal itu peruntukannya untuk menengah ke bawah, ya,” katanya pada Minggu 10 Mei 2026.

Selain persoalan distribusi, Kementerian Perdagangan juga tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita.

Pemerintah menilai harga yang berlaku saat ini sudah cukup lama dipertahankan, yakni hampir tiga tahun, sementara biaya produksi dan distribusi terus mengalami kenaikan.

Rencana evaluasi HET tersebut juga dipengaruhi oleh naiknya harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah di pasar global.

Kenaikan harga bahan baku dinilai berdampak langsung pada biaya produksi minyak goreng, termasuk produk subsidi seperti MinyaKita.

Di sisi lain, biaya distribusi yang terus meningkat turut menjadi pertimbangan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar pasokan minyak goreng tetap terjaga dan distribusi kepada masyarakat tidak terganggu.

“Terus, struktur pembiayaan, termasuk distribusi [minyak goreng], kan semua naik. Jadi, kita inginnya melihat kembali HET MinyaKita. Ya, jangan sampai kita tidak menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here