Bogordaily.net – Nama Myta Aprilia Azmy mendadak menjadi perhatian publik setelah kabar meninggalnya dokter muda tersebut mencuat dan memicu berbagai reaksi di media sosial.
Ia diketahui merupakan dokter internship yang tengah menjalani masa pengabdian di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi.
Kabar duka ini semakin menyita perhatian setelah muncul dugaan bahwa Myta menjalani beban kerja yang berat tanpa jeda istirahat dalam waktu yang cukup lama.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Myta sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Kondisinya disebut menurun setelah mengalami gangguan kesehatan serius.
Myta merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) dan tengah mengikuti Program Internship Dokter Indonesia, yang merupakan program resmi di bawah Kementerian Kesehatan.
Pihak Universitas Sriwijaya pun memberikan klarifikasi terkait status Myta dalam program tersebut.
“Pelaksanaan program, penempatan, serta pengaturan beban kerja berada di bawah kewenangan pihak terkait di luar Universitas Sriwijaya,” ujar pihak kampus melalui akun Instagram resmi @Unsri.official, Sabtu (2/5/2026).
Dugaan Beban Kerja Berlebihan
Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) mengungkap adanya dugaan pelanggaran dalam sistem kerja yang dijalani korban.
Dalam pernyataan resminya, disebutkan bahwa Myta diduga harus menjalani tugas tanpa hari libur selama kurang lebih tiga bulan.
“Adanya beban kerja yang tidak manusiawi (3 bulan tanpa libur di bangsal/IGD) dan pembiaran dokter internship bekerja tanpa supervisi dokter definitif…” tulis IKA FK Unsri dalam keterangannya.
Tak hanya itu, kondisi kesehatan Myta disebut sempat diabaikan. Ia diduga tetap diminta menjalani tugas meski dalam kondisi tidak fit.
“Bahkan, ditemukan fakta adanya saturasi oksigen yang menyentuh angka 80% sebelum akhirnya mendapatkan penanganan yang layak,” lanjut pernyataan tersebut.
Ketua IKA FK Unsri, Junaidi, mengungkapkan bahwa Myta sempat mengalami gejala yang mengarah pada infeksi paru-paru sebelum akhirnya dirawat.
“Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung,” ujarnya.
Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil investigasi resmi dari Kementerian Kesehatan yang saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut.
Sosok Myta Aprilia Azmy
Di balik kabar duka tersebut, Myta dikenal sebagai sosok dokter muda yang memiliki rekam jejak prestasi membanggakan.
Ia pernah mengikuti berbagai kompetisi akademik, termasuk lomba cerdas cermat nasional tentang 4 Pilar MPR RI.
Selain itu, Myta juga meraih penghargaan dalam berbagai kompetisi poster ilmiah, di antaranya:
Favorite Winner Public Poster (MedsMotion 2021)
Juara 3 Poster Publik IMSS ke-10 (KTT Mahasiswa Kedokteran Indonesia)
Kariernya di dunia medis dimulai sebagai dokter koas di RS Mohammad Hoesin Palembang pada Januari 2023 hingga Februari 2025, sebelum akhirnya melanjutkan sebagai dokter internship.
Sejak Agustus 2025, ia aktif bertugas di RSUD K.H Daud Arif dan Puskesmas Kuala Tungkal II.
Kasus ini kini tidak hanya menjadi perhatian dunia medis, tetapi juga publik luas. Banyak pihak mendesak adanya evaluasi terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia.
Kementerian Kesehatan pun telah turun tangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang terjadi dalam kasus ini.
Jika terbukti, kasus ini berpotensi menjadi momentum penting untuk perbaikan sistem pendidikan dan penugasan tenaga medis di Indonesia ke depan.***
