Thursday, 14 May 2026
HomeKabupaten BogorOne Way Puncak Bogor Berlaku Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, Simak...

One Way Puncak Bogor Berlaku Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, Simak Jadwal dan Rekayasanya

Bogordaily.net – Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way akan diberlakukan secara situasional di kawasan wisata Puncak selama periode libur nasional dan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus 2026.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan mulai Kamis 14 Mei 2026 hingga Minggu 17 Mei 2026.

Jalur wisata Puncak yang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Jabodetabek diperkirakan akan dipadati kendaraan sejak pagi hari, terutama dari arah Jakarta menuju kawasan wisata di Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Pihak kepolisian pun telah menyiapkan pola pengaturan arus lalu lintas agar kemacetan panjang dapat diminimalisir selama long weekend berlangsung.

Sistem One Way Berlaku Situasional

KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian, menjelaskan bahwa sistem one way akan diterapkan secara bergantian sesuai kondisi arus kendaraan di lapangan.

Skema tersebut mencakup arus kendaraan menuju Puncak maupun arus balik menuju arah Jakarta.

“Untuk pagi hari kami melakukan rekayasa one way ke atas dari Jakarta menuju Puncak karena memang cenderung terjadi peningkatan arus wisatawan di waktu tersebut,” ujar Ardian.

Menurutnya, penerapan satu arah menuju kawasan Puncak biasanya mulai dilakukan pada jam-jam sibuk pagi hari ketika kendaraan wisatawan mulai menumpuk di jalur utama.

Rekayasa tersebut bertujuan mempercepat laju kendaraan agar antrean tidak mengular terlalu panjang di pintu masuk kawasan wisata.

Sementara itu, pada siang hingga sore hari, pola rekayasa lalu lintas akan dibalik menjadi one way ke bawah atau menuju Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan wisatawan yang hendak kembali dari kawasan Puncak menuju ibu kota dan sekitarnya.

Iptu Ardian menjelaskan bahwa kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta akan dihentikan sementara saat pemberlakuan one way arah atas sedang berlangsung.

Pengedara Wajib Ikuti Arahan

Pengendara diminta bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.

Pada periode libur panjang kali ini, Satlantas Polres Bogor memastikan sistem ganjil genap tidak diberlakukan di jalur Puncak.

Pihak kepolisian hanya akan fokus pada penerapan rekayasa lalu lintas one way situasional dengan durasi yang menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan.

Kondisi antrean kendaraan di jalur turun dari Puncak menuju Jakarta memang kerap mengalami penumpukan pada momen libur panjang, sehingga pengaturan arus secara bergantian dinilai sangat penting.

Kepolisian pun mengimbau masyarakat yang hendak berlibur ke kawasan Puncak agar menyesuaikan waktu perjalanan dengan jadwal rekayasa lalu lintas yang berlaku.

“Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi kawasan wisata Puncak, mohon agar memperhatikan waktu keberangkatan dan menyesuaikannya dengan pola rekayasa yang sedang kami berlakukan. Mohon bersabar dan menunggu saat kami normalkan kembali dua arah,” kata Ardian.

Selain memperhatikan jadwal one way, wisatawan juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan pegunungan tersebut.

Medan jalan di Puncak yang dipenuhi tanjakan dan turunan curam dinilai cukup berisiko bagi kendaraan yang mengalami masalah mesin maupun sistem pengereman.

Iptu Ardian mengingatkan bahwa kendaraan mogok di jalur sempit dapat menyebabkan kemacetan panjang yang berdampak luas terhadap arus lalu lintas.

Karena itu, pengecekan kondisi rem, mesin, hingga ban kendaraan menjadi hal penting sebelum berangkat.

Tidak hanya itu, pengunjung juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan Puncak.

Wilayah tersebut dikenal rawan bencana alam seperti longsor dan pohon tumbang saat curah hujan tinggi terjadi.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak memarkirkan kendaraan sembarangan, terutama di dekat lereng tebing yang rawan longsor demi keselamatan bersama.

“Perhatikan juga parkir kendaraannya, jangan parkir di sembarang tempat ataupun lereng tebing agar terhindar dari bencana tersebut,” tutur Ardian.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here