Bogordaily.net – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Plaza Balai Kota Bogor pada Senin, 25 Mei 2026.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan menjadi bentuk evaluasi terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Bogor.
Dalam aksi tersebut, massa PMII Kota Bogor membawa berbagai tuntutan terkait kondisi sosial dan pelayanan publik di Kota Bogor yang dinilai belum optimal.
Sejumlah isu yang disoroti mahasiswa di antaranya persoalan kemacetan lalu lintas, banjir, dunia pendidikan, perlindungan anak, pelayanan rumah sakit, hingga minimnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Mahasiswa menilai peringatan Hari Jadi Bogor seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki berbagai persoalan yang dirasakan warga.
Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, massa aksi menyampaikan aspirasi secara bergantian di depan Plaza Balai Kota Bogor.
Jalan SSA Balai Kota Sempat Tersendat
Aksi demonstrasi tersebut sempat berdampak pada arus lalu lintas di kawasan Sistem Satu Arah (SSA) Balai Kota Bogor.
Massa aksi diketahui menutup sebagian badan jalan saat menyampaikan orasi sehingga menyebabkan kendaraan melambat dan antrean lalu lintas mengular di sekitar Jalan Ir. H. Juanda.
Kemacetan juga sempat terjadi di sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan kawasan Balai Kota Bogor.
Petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Bogor terlihat melakukan pengamanan sekaligus pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung.
Aparat juga terus mengimbau pengendara agar tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Mahasiswa Soroti Persoalan Kota Bogor
Dalam orasinya, massa PMII Kota Bogor menyoroti berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi keluhan masyarakat sehari-hari.
Kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor menjadi salah satu isu yang paling disoroti.
Selain itu, mahasiswa juga menyinggung persoalan banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah saat hujan deras melanda.
Tak hanya itu, mahasiswa turut menyoroti pelayanan kesehatan dan fasilitas rumah sakit yang dinilai perlu terus diperbaiki agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
Isu perlindungan anak dan keterbatasan lapangan pekerjaan juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut.
Mahasiswa berharap Pemerintah Kota Bogor dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat dan mampu menjawab persoalan yang terjadi di lapangan.
Aksi demonstrasi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan dan situasi secara umum tetap berjalan kondusif hingga massa membubarkan diri.
(Fikri)
