Bogordaily.net – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang (AMCRP) melaksanakan aksi di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, pada Senin 4 Mei 2026.
Pantauan di lokasi terlihat ribuan massa tersebut datang sekitar pukul 11.20 WIB. Mereka datang berbondong bondong menggunakan truk colt diesel hingga bus, sambil membentangkan beberapa spanduk.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut untuk dibukanya kembali aktivitas tambang di Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang yang selama ini dihentikan sementara.
Ketua Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parung Panjang (AMCRP) Fadlan menyampaikan bahwa, pihaknya menuntut beberapa poin salah satunya terkait pembukaan kembali tambang legal.
“Kita sebetulnya ingin mempertanyakan kepada masyarakat, sudah sejauh mana tahapannya, kapan tambang yang legal, yang berizin itu dibuka kembali. Tuntutan kita cuma simple sebetulnya,” kata Fadlan kepada wartawan, Senin 4 Mei 2026.
Kemudian, massa meminta Gubernur Jawa Barat untuk dapat merealisasikan terkait dana kompensasi yang dijanjikan kepada para masyarakat terdampak penutupan aktivitas tambang.
“Tambang dibuka kembali supaya ada aktivitas masyarakat. Yang kedua, sesuai dengan janji Gubernur, kan bukan kita yang meminta, Pak Gubernur yang meminta, bahwa akan memberikan bantuan sosial bagi masyarakat yang bergantung,” jelasnya.
Oleh karena itu, ribuan massa mendatangi Pemkab Bogor untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto agar dapat menyampaikan kembali ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Terkait masalah acara hari ini, itu kita acaranya istighosah dan doa bersama. Kita ingin mengingatkan kepada pemerintah, melalui pemerintahan Kabupaten Bogor, karena ini memang orang tua kita di Kabupaten Bogor, untuk mengingatkan kepada Pak Gubernur,” ungkap dia.
(Albin)

