Bogordaily.net – Jenis sapi kurban Eko Patrio mendadak menjadi pembicaraan. Bukan karena harganya. Bukan pula karena ukurannya yang besar seperti lazimnya sapi kurban pejabat dan artis ibu kota.
Justru sebaliknya.
Tubuh sapi itu pendek. Kecil. Jalannya pelan. Wajahnya bahkan disebut mirip boneka hidup oleh warganet.
Video itu muncul di TikTok. Diunggah akun @jejakpaksekjen. Hanya beberapa detik. Tapi cukup untuk membuat media sosial ramai menjelang Iduladha tahun ini.
Di dalam video tampak dua ekor sapi. Satu berwarna putih bersih. Satunya lagi coklat muda. Keduanya bertubuh mini. Tidak proporsional seperti sapi pada umumnya.
Komentar pun berhamburan.
“Ga tega pak Eko motongnya,” tulis seorang netizen.
Ada yang menyebut sapi itu lucu. Ada yang mengira hasil editan AI. Sebagian lagi penasaran: sebenarnya apa jenis sapi tersebut?
Jenis sapi kurban Eko Patrio kemudian mulai ditelusuri banyak orang. Jawabannya mengarah ke Bangladesh. Tepatnya jenis Bhutti atau Phabna.
Sapi jenis ini memang unik. Mereka mengalami dwarfisme—kelainan genetik yang membuat tubuhnya jauh lebih pendek dibanding sapi normal. Namun justru karena itu mereka terlihat menggemaskan.
Fenomena sapi mini seperti ini sebenarnya bukan baru. Dunia peternakan pernah dibuat geger oleh seekor sapi dari Bangladesh yang masuk Guinness World Record. Tingginya hanya sekitar 51 sentimeter. Beratnya 26 kilogram.
Kecil sekali untuk ukuran sapi.
Tetapi di era media sosial, ukuran bukan lagi segalanya. Yang unik lebih mudah viral.
Eko Patrio tampaknya memahami itu. Sebagai artis yang lama hidup di dunia hiburan sekaligus politikus Senayan, ia tahu bagaimana satu video sederhana bisa menjadi percakapan nasional.
Jenis sapi kurban Eko Patrio akhirnya bukan hanya soal hewan kurban. Ia berubah menjadi tontonan digital. Menjadi bahan obrolan. Menjadi simbol bahwa di zaman sekarang, bahkan sapi pendek pun bisa lebih terkenal daripada pidato politik.***
