Wednesday, 6 May 2026
HomeHiburanSiapa Itu Anna Wintour? Sosok Paling Berkuasa di Balik Met Gala 2026...

Siapa Itu Anna Wintour? Sosok Paling Berkuasa di Balik Met Gala 2026 dan Kekayaannya

Bogordaily.net – Siapa itu Anna Wintour. Pertanyaan itu selalu muncul tiap awal Mei. Tepat ketika karpet merah Met Gala kembali digelar. Dunia menatap. Lampu menyala. Gaun-gaun seperti mimpi berjalan. Tapi pusat gravitasi acara itu bukan para selebritas. Ia satu orang: Anna Wintour.

Perempuan dengan rambut bob itu tidak banyak bicara. Tapi keputusannya—tentang siapa boleh datang, siapa tidak—cukup untuk menggerakkan industri mode global.

Siapa itu Anna Wintour. Ia bukan sekadar editor. Ia adalah arsitek. Sejak 1988, ia memimpin Vogue. Majalah yang dulu hanya lembar tren, di tangannya berubah menjadi kitab suci fashion. Dari sana ia naik. Menjadi Chief Content Officer di Condé Nast. Mengawasi banyak media besar dunia. Kuasanya melampaui halaman majalah.

Ia perfeksionis. Dingin, kata sebagian orang. Tapi industri ini memang tidak dibangun dengan kompromi.

Met Gala? Itu panggungnya. Sejak 1990-an, ia memegang kendali. Tema, tamu, hingga standar eksklusivitas—semua melewati persetujuannya. Tidak cukup hanya kaya atau terkenal untuk bisa masuk. Harus “relevan”. Harus “layak”.

Di balik glamor itu, ada tujuan: dana untuk Costume Institute di Metropolitan Museum of Art. Mode bertemu filantropi. Dan Wintour memastikan keduanya berjalan beriringan.

Lalu soal uang.

Kekayaannya diperkirakan sekitar 50 juta dolar AS. Ratusan miliar rupiah. Sumbernya jelas: gaji sebagai editor, posisi eksekutif, fasilitas elite, hingga investasi. Gajinya saja disebut mencapai sekitar 4 juta dolar AS per tahun. Belum termasuk “privilege” lain—mobil dengan sopir, anggaran fashion tanpa batas, akses ke lingkaran paling eksklusif di dunia.

Tapi uang bukan inti ceritanya.

Kariernya panjang. Dimulai dari Inggris. Ia anak editor. Darah media mengalir sejak kecil. Pernah bekerja di berbagai majalah sebelum akhirnya menyeberang ke Amerika. Saat memimpin Vogue edisi AS, majalah itu bangkit. Lebih segar. Lebih berani. Lebih menentukan arah.

Pengaruhnya nyata. Ia mendorong desainer muda. Salah satunya Alexander McQueen. Ia juga mulai membuka ruang untuk isu keberagaman dan keberlanjutan. Meski kritik tak pernah berhenti—terlalu kaku, terlalu elitis—ia tetap berdiri.

Bahkan budaya pop pun terinspirasi darinya. Sosok editor galak dalam The Devil Wears Prada sering dikaitkan dengannya. Dokumenter The September Issue memperlihatkan bagaimana kerasnya dunia yang ia kendalikan.

Siapa itu Anna Wintour. Jawabannya sederhana tapi dalam: ia penjaga gerbang. Penentu selera. Dan mungkin, orang paling berpengaruh di dunia mode hari ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here