Bogordaily.net – Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026 sudah diumumkan. Ronald Koeman seperti sedang memberi pesan kepada dunia: jalan menuju Amerika dimulai dari Inggris. Bukan dari Amsterdam. Bukan pula dari Rotterdam. Tapi dari Premier League.
Ada 15 pemain Liga Inggris di skuad Oranje kali ini. Jumlah yang membuat Belanda terasa lebih “Premier League” daripada Eredivisie sendiri.
Koeman tampaknya percaya satu hal: kerasnya Premier League adalah simulasi terbaik sebelum masuk perang sesungguhnya di Piala Dunia.
Belanda berada di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Tapi perhatian langsung tertuju pada laga pertama: Jepang. Pertandingan itu akan dimainkan di AT&T Stadium, Arlington, 14 Juni mendatang. Ujian pertama langsung lawan tercepat.
Di lini belakang, Koeman membangun tembok dari Inggris.
Virgil van Dijk masih jadi komandan. Wajahnya tetap tenang seperti pelabuhan Rotterdam saat musim dingin. Di sekelilingnya ada Nathan Ake, Sven Botman, Jorrel Hato, Jan Paul van Hecke, Micky van de Ven, sampai Jurrien Timber.
Tujuh dari delapan pemain bertahan berasal dari Premier League. Hanya Denzel Dumfries yang datang dari luar Inggris.
Koeman rupanya tidak sedang mencari pemain paling artistik. Ia mencari yang paling tahan benturan.
Itulah wajah baru Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.
Di tengah lapangan, ada satu nama yang menarik perhatian publik Indonesia: Tijjani Reijnders. Gelandang berdarah Indonesia itu masuk daftar utama. Ia akan bersaing bersama Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch, dan Teun Koopmeiners.
Frenkie tetap menjadi otak permainan Belanda. Tapi kali ini ia tidak sendirian. Koeman punya lebih banyak tenaga, lebih banyak kaki, lebih banyak opsi untuk bermain cepat.
Belanda tampaknya sadar: sepak bola modern tidak lagi cukup hanya indah. Ia juga harus kuat.
Di depan, Memphis Depay masih dipercaya. Meski usianya tidak lagi muda, pengalaman tetap dianggap penting. Cody Gakpo dan Donyell Malen kemungkinan menjadi pilihan utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Sementara itu, Wout Weghorst tetap hadir sebagai “senjata darurat”. Pemain yang kadang lebih dibutuhkan saat situasi sudah buntu.
Skuad ini memang tidak penuh nama glamor. Tidak seberisik era Arjen Robben atau Robin van Persie. Tapi justru di situlah bahayanya.
Belanda datang tanpa terlalu banyak sorotan. Namun diam-diam mereka membawa skuad yang matang, keras, dan terbiasa bermain dalam tekanan mingguan Premier League.
Dan mungkin, justru itulah modal terbesar Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026.***
