Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026). IG InformanBola.
EMPAT pertandingan bakal digelar di Piala Dunia 2026 mulai Senin 15 Juni menjelang tengah malam WIB hingga Selasa 16 Juni pagi WIB yaitu Spanyol vs Cape Verde, Belgia vs Mesir, Arab Saudi vs Uruguai, dan Iran vs Selandia Baru.
Spanyol memulai perjuangan di Grup H pada Senin 15 Juni mulai pk. 23.00 WIB melawan Cape Verde di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta, Amerika Serikat.
Mustahil tidak menjagokan Spanyol akan menangguk poin penuh atas Cape Verde dalam pertemuan pertama mereka ini, yang akan dipimpin pengadil asal Yordania, Adham Makhadmeh. Skuat La Roja adalah salah satu tim favorit dan juara Piala Dunia 2010, sedangkan Cape Verde debutan.
Bahkan, kekalahan dengan selisih 2 gol bisa dianggap prestasi hebat bagi Cape Verde, yang ditangani Bubista, mantan bek timnas berjuluk Hiu Biru, yang punya nama asli Pedro Leitao Brito.
Pertarungan di Grup H berlanjut pada 16 Juni mulai pk 05.00 WIB ketika Arab Saudi jumpa Uruguai. Perandingan direncanakan dihelat di Stadion Hard Rock di Miami-Dade, dipimpin wasit Maurizio Mariani (Italia).
Arab Saudi memulai turnamen dengan bekal buruk. Dalam pertandingan persahabatan pada Maret lalu The Green Falcons kalah 0–4 dari Mesir dan 1–2 dari Serbia.
Menjelang turnamen, tim besutan Georgios Donis kalah lagi, 1–2 dari Ekuador, sempat bangkit dengan melumat Puerto Riko 3–0, dan terakhir imbang 0–0 vs Senegal.
Melihat persiapan itu, wajar jika Saudi, penghuni posisi 61 Ranking FIFA, tak diunggulkan di hadapan Uruguai, yang menempati posisi 16 Ranking FIFA.
Namun, Uruguai juga dalam kondisi tidak sepenuhnya baik. Tim besutan Marcelo Bielsa sama sekali tidak melakukan uji coba menjelang turnamen dimulai.
La Celeste terakhir memainkan pertandingan uji coba 3 bulan lalu dengan hasil imbang 1–1 melawan Inggris dan 0–0 melawan Aljazair.
Satu masalah Uruguai ialah ketiadaan bomber tajam seperti ketika Luis Suarez, Diego Forlan, dan Edinson Cavani masih aktif. Ujung tombak paling diandalkan saat ini hanyalah Darwin Nunez, yang terbuang di Liverpool dan Al Hilal akibat terlalu sering membuang peluang mencetak gol.
Arab Saudi dan Uruguai telah tiga kali bertemu dengan hasil masing-masing satu kali menang dan satu seri. Pertemuan terakhir terjadi di Piala Dunia 2018, Uruguai menang 1–0. Melihat kondisi terbaru kedua tim dan rekor pertemuan, hasil imbang cukup adil diraih di ujung pertandingan. Kalau pun ada pemenang, bisa jadi Uruguai yang mendapatkannya, tapi itu hampir pasti skornya tipis.
Pada 16 Juni juga bakal tersaji dua pertandingan Grup G. Belgia jumpa Mesir mulai pk. 02.00 WIB di Stadion Seattle di Washington dan Iran vs Selandia Baru mulai pk. 09.00 WIB di Stadion SoFi di Los Angeles.
Laga Belgia vs Mesir, yang akan dipimpin wasit Ramon Abatti (Brasil), layak diprediksi berjalan ketat meskipun Ranking FIFA kedua tim terpaut lumayan jauh, Belgia 9, Mesir 29.
Belgia memasuki turnamen dengan rekor keren setelah memenangi tiga dari empat uji coba terakhir. Tim besutan Rudi Garcia menghabisi AS 5–2, Kroasia 2–0, dan Tunisia 5–0, satu lainnya seri 1–1 vs Meksiko.
Sementara itu, Mesir melalui empat uji coba terakhir dengan dua kemenangan, satu imbang, satu kalah.
Kemenangan Mohamed Salah dan kawan-kawan diraih atas Arab Saudi 4–0 dan atas Rusia 1–0, imbang 0–0 vs Spanyol, dan kalah 1–2 dari Brasil.
Kedua tim telah bertemu empat kali. Mesir menang tiga kali, Belgia satu. Pertemuan terakhir terjadi pada 18 November 2022, Mesir unggul 2–1.
Namun, empat laga tersebut semua uji coba sehingga tak sepenuhnya bisa menjadi landasan untuk memprediksi jalan dan hasil pertandingan besok pagi.
Sangat mungkin pertandingan akan berjalan berimbang dengan prediksi pertarungan berujung kemenangan salah satu tim dengan skor tipis saja.
Di antara empat pertandingan yang kita sebut di atas, yang paling ditunggu adalah Iran vs Selandia Baru. Namun, magnetnya lebih pada sisi geopolitik karena Iran dan AS belum resmi berdamai sejak perang dalam makna sesungguhnya dimulai 28 Februari lalu.
Bahkan, Iran tak mendapat izin untuk bermarkas di AS meskipun pertandingan yang mereka jalani semua digelar di negara “polisi dunia” itu. Iran bermarkas sementara di Tijuana, Meksiko, kota yang berjarak hanya sekitar 5 kilometer dari perbatasan Meksiko-AS. Jarak Tijuana ke Los Angeles sekitar 219 kilometer.
Dari sisi kekuatan kedua tim, sebagai gambaran Iran saat ini menempati posisi 20, sedangkan Selandia Baru 85, terendah di antara seluruh kontestan Piala Dunia kali ini.
Ini pertemuan pertama kedua tim. Dalam kondisi baik-baik saja, kualitas Iran jelas di atas Selandia Baru. Namun, dalam situasi yang didominasi faktor nonteknis, Iran di satu sisi kemungkinan akan bermain luar biasa untuk menunjukkan “kemarahan” di negara musuh, tapi di sisi lain bisa juga perasaan khawatir menyesaki pikiran mereka sehingga hasil pertandingan akan menguntungkan Selandia Baru.
Satu hal yang pasti, menempuh perjalanan sejauh 219 kilometer, dengan moda transportasi apa pun, lantas langsung bertanding, jelas menguras energi dan fisik tak akan sesiap kalau menuju lokasi pertandingan hanya melalui perjalanan jarak dekat.
Terlalu banyak faktor di luar urusan sepak bola yang memengaruhi jalannya pertandingan membuat sulit untuk memprediksi bagaimana situasi dan hasil pertandingan Iran vs Selandia Baru.***
