HomeTravellingKebun Raya Bogor Jadi Kampung Sunda Sementara

Kebun Raya Bogor Jadi Kampung Sunda Sementara

Bogordaily.net – Ada yang berbeda di Kebun Raya Bogor. Bukan hanya pohon-pohon tua yang menjadi daya tarik. Bukan pula sekadar hamparan hijau yang selama ini menjadi paru-paru Kota Bogor. Kali ini, kawasan itu berubah menjadi ruang perjumpaan budaya Sunda.

Namanya KULTURA “Sunda Ngariung”.

Program eduwisata budaya ini mengajak pengunjung mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Sunda yang selama ini hidup di tengah masyarakat, tetapi perlahan mulai tergerus zaman. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 12 Juli 2026 dan menghadirkan berbagai atraksi budaya dalam satu kawasan.

Pengunjung dapat menemukan beragam kaulinan tradisional yang dulu akrab dimainkan anak-anak kampung. Ada pula replika rumah adat Sunda, pameran hasil bumi, workshop kerajinan tangan, hingga aneka kuliner khas Pasundan yang tersaji di tengah suasana asri Kebun Raya Bogor.

Yang menarik, program ini tidak hanya menjadi tontonan. Pengunjung diajak ikut terlibat. Belajar. Mencoba. Bahkan berinteraksi langsung dengan para pelaku budaya.

Nilai yang diangkat pun bukan sembarang slogan. KULTURA mengusung filosofi Sunda yang telah diwariskan turun-temurun: Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh. Sebuah ajaran tentang saling menyayangi, saling memberi pengetahuan, dan saling menjaga.

Nuansa Sunda semakin terasa melalui berbagai pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan secara berkala. Mulai dari wayang golek, sendratari, angklung, kecapi suling, tari tradisional, hingga prosesi upacara adat Sunda yang jarang ditemukan dalam kehidupan perkotaan saat ini.

Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu. Budaya adalah identitas yang harus terus hidup.

Karena itu, KULTURA “Sunda Ngariung” tidak sekadar menjadi agenda wisata. Program ini menjadi ruang belajar bagi keluarga, komunitas, pelajar, hingga wisatawan yang ingin memahami akar budaya tanah Pasundan.

Kebun Raya Bogor pun seakan berubah fungsi. Dari sekadar destinasi wisata alam menjadi panggung besar bagi kebudayaan Sunda untuk kembali menyapa generasi muda.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari “ngariung” — berkumpul, berbagi, lalu menjaga warisan agar tidak hilang ditelan zaman.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here