HomeOpiniPiala Dunia 2026: Spanyol Berburu 3 Poin, Berharap Iran Beruntung

Piala Dunia 2026: Spanyol Berburu 3 Poin, Berharap Iran Beruntung

Oleh M. Syahran W. Lubis
Penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola_ (2026). IG syahranlubis02

GEGAP gempita Piala Dunia 2026 berlanjut. Mulai 21 Juni malam WIB hingga 22 Juni pagi WIB, tersaji empat pertandingan. Di Grup H Spanyol meladeni Arab Saudi serta Uruguai menguji ketangguhan pertahanan Cape Verde, sedangkan di Grup G Iran harus bertemu lawan kuat Belgia, sedangkan Selandia Baru diuji Mesir.

Klasemen sementara Grup G dan H paling ketat di antara 12 grup karena empat pertandingan pertama berujung seri. Dengan demikian, delapan tim penghuni dua grup tersebut wajib menang untuk membuka peluang melaju ke 32 besar.

Sebagai salah satu favorit juara, Spanyol jelas tak mau mengulangi kesalahan ketika ditahan imbang debutan Cape Verde dalam pertandingan pertama yang berakhir tanpa gol.

Melawan Arab Saudi dalam pertarungan yang dimulai pada 21 Juni mulai pk. 23.00 WIB, La Roja layak diprediksi memetik 3 poin meski itu tak bakal berjalan mulus setelah Saudi mengimbangi Uruguai 1–1 di laga perdana.

Begitu pula dengan Uruguai. Meskipun era emas bersama trio Diego Forlan, Luis Suarez, dan Edinson Cavani telah berlalu, tetap saja juara dunia dua kali itu tak elok jika harus berakhir di fase grup dengan kompetitor Cape Verde dan Arab Saudi, apa lagi dengan terbukanya kesempatan lolos ke babak knock out sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.

Namun, bukan perkara sederhana bagi Federico Valverde dan kawan-kawan untuk menjebol gawang Cape Verde. Jika pada Piala Dunia 1970 kiper Inggris Gordon Banks dikenang karena satu penyelamatan gemilang terhadap sundulan kepala bintang Brasil Pele, dalam pertandingan kontra Spanyol, kiper Cape Verde Vozinha berulang kali membuat penyelamatan luar biasa.

Uruguai memang lebih pantas diperkirakan meraup poin penuh dalam pertandingan pada 22 Juni yang dimulai pk. 05.00 WIB, tetapi itu pun tampaknya akan jauh dari mudah.

Di Grup G, pertandingan Belgia versus Iran yang dimulai pk. 02.00 WIB akan menjadi laga sulit bagi wakil Asia tersebut. Sangat mungkin dari sisi nyali dan semangat, Iran selalu terjaga dalam kondisi puncak. Namun, bolak-balik Meksiko–Amerika Serikat menjelang dan segera setelah pertandingan selesai akibat tidak diizinkan tuan rumah ber-homebase di AS, tempat lokasi pertandingan digelar, jelas merontokkan kebugaran tim asuhan Amir Ghalenoei.

Dengan kondisi itu, sebagai sesama orang Asia, saya hanya bisa berharap Iran dinaungi banyak keberuntungan dalam laga kontra Belgia, salah satu tim terkuat di dunia, setidaknya hasil pertandingan berujung imbang.

Sementara itu, pertandingan Selandia Baru melawan Mesir menjadi pembuktian apakah Mohamed Salah bisa mendongkrak kinerjanya setelah bersama Liverpool pada musim 2025–2006 di bawah harapan dan berujung dengan perpisahan. Dalam pertandingan pertama saat Mesir imbang 1–1 versus Belgia, Salah ditarik keluar setelah bermain selama 76 menit dan gagal mencetak gol. Dia digantikan pemain berusia 18 tahun Hamzah Abdelkarim, yang bermain untuk Barcelona B Spanyol.

Kalau melihat perbandingan kualitas pemain kedua tim, Mesir jelas unggul ketimbang Selandia Baru, tim dengan peringkat FIFA 85, terendah di turnamen ini. Namun, apa pun bisa terjadi dalam pertandingan sepak bola seperti yang dialami beberapa tim kuat yang tersandung ketika memulai perjuangan mereka di perhelatan kali ini.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here