Bogordaily.net – Pemadaman listrik bergilir kembali menjadi perbincangan warga di sejumlah daerah di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir. Lampu padam. Menyala lagi. Lalu padam kembali. Tidak lama. Tapi cukup membuat aktivitas terganggu.
Keluhan pun bermunculan. Dari rumah tangga hingga pelaku usaha kecil. Mereka bertanya-tanya: ada apa dengan sistem kelistrikan Jawa?
Jumat siang kemarin, PT PLN (Persero) akhirnya memberikan penjelasan resmi. Perusahaan listrik negara itu menegaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa sebenarnya masih berada dalam kondisi terkendali dan beroperasi dengan baik.
Namun kenyataannya, masyarakat tetap merasakan pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah. PLN menyebut langkah itu dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban yang bersifat terbatas dan terukur.
Ada alasan teknis di balik keputusan tersebut.
Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, saat ini terdapat dua unit pembangkit listrik berkapasitas besar yang mengalami gangguan operasional sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu.
Gangguan itu membuat kemampuan pasokan listrik dalam sistem menurun. Akibatnya, PLN harus melakukan pengaturan distribusi daya agar keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.
“Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
PLN kini berupaya mempercepat proses pemulihan. Berbagai pembangkit lain dioptimalkan untuk menutup kekurangan pasokan yang terjadi. Pengaturan operasi sistem juga terus dilakukan agar dampak kepada pelanggan dapat ditekan sekecil mungkin.
Bagi masyarakat, penjelasan itu setidaknya menjawab pertanyaan yang selama ini muncul terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, PLN mengakui kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, perusahaan memastikan kebijakan manajemen beban hanya bersifat sementara.
Jika proses pemulihan pembangkit berjalan sesuai rencana, pemadaman listrik bergilir akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik di sistem Jawa.
Kini masyarakat tinggal menunggu. Kapan lampu benar-benar menyala tanpa jeda. Tanpa giliran padam.***
