Bogordaily.net – Momentum Tahun Baru Hijriyah dimanfaatkan sejumlah organisasi Islam di Kota Bogor untuk menguatkan ketahanan keluarga melalui kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Ibn Khaldun UIKA, Ahad (21/6/2026).
Kegiatan ini mengangkat tema pentingnya membangun ketahanan keluarga di tengah meningkatnya ancaman judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Sinergi antara Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI), Ikatan Dai Indonesia (IKADI), dan Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) Kota Bogor menjadi bukti kepedulian bersama dalam merespons persoalan yang tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada keutuhan rumah tangga.
Ketua SALIMAH Kota Bogor, Ratnih Suratnih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah sekaligus bentuk komitmen SALIMAH dalam penguatan ekonomi keluarga melalui edukasi keuangan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kami dalam meningkatkan kesadaran keluarga, khususnya para ibu, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mampu melindungi keluarga dari dampak judol dan pinjol,” ujarnya.
Hadir sebagai pembicara, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik memaparkan kondisi ekonomi dan perkembangan teknologi keuangan (financial technology) yang turut memicu maraknya pinjol dan judol.
“Hari ini kita melihat uang seolah banyak, tetapi keberkahannya hilang karena diperoleh dari cara yang tidak benar, seperti judi online. Ini yang harus menjadi perhatian serius keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan besarnya skala industri pinjaman online di Indonesia. Per Desember 2025 tercatat 95 perusahaan pinjol resmi, dengan total dana lender mencapai Rp 29,84 triliun dan dana borrower sebesar Rp 30,18 triliun. Jumlah lender mencapai 10,99 juta rekening, sementara peminjam mencapai 11,24 juta rekening yang didominasi masyarakat Pulau Jawa.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan pentingnya literasi keuangan serta peran keluarga dalam mengelola risiko agar tidak terjerumus dalam praktik yang merugikan.
Sementara itu, KH. Yasir A. Liputo menekankan bahwa keluarga harus menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai ancaman sosial dan ekonomi.
“Keluarga harus menjadi benteng pertama. Ketahanan keluarga harus dibangun dari tiga kekuatan: ibadah, sosial, dan ekonomi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan ibadah diwujudkan melalui menjaga sholat dan membaca Al-Qur’an, kekuatan sosial melalui kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin, serta kekuatan finansial melalui pembiasaan budaya berdagang sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dwi Sugeng Riyanta, Ak., M.Si. selaku Pembina FKOI serta H. Karnain Asyhar, SP., M.Si. yang mewakili Ketua DPRD Kota Bogor.
Dalam kesempatan itu, Karnain Asyhar menyampaikan capaian kerja terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (Raperda P4S).
“Kami berharap Raperda P4S ini mendapat dukungan masyarakat agar segera ditindaklanjuti melalui Peraturan Wali Kota, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menjaga moral dan ketahanan keluarga,” paparnya.
Selain tausiyah dan edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim yang disalurkan oleh LAZ Al Bunyan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman, serta mampu menghindari praktik yang merugikan seperti judi online dan pinjaman online demi terwujudnya keluarga yang kuat, mandiri, dan penuh keberkahan.***
