HomeOpiniTIMINI: Aplikasi Pintar Berbasis IoT dan Flutter untuk Kendali Penyiraman Otomatis Tanaman...

TIMINI: Aplikasi Pintar Berbasis IoT dan Flutter untuk Kendali Penyiraman Otomatis Tanaman Timun

Bogordaily.net – Mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB University mengembangkan inovasi terbaru berupa aplikasi TIMINI, sebuah sistem monitoring dan kontrol penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk tanaman timun.

Alat beserta aplikasi ini dirancang untuk mengoptimalkan proses penyiraman secara lebih efisien, presisi, dan terintegrasi langsung dengan ponsel pintar untuk memudahkan pemantauan lahan.

Dalam pengembangan inovasi tersebut, tim peneliti dipimpin oleh Ahmad Farrell Raafii Alaiyya Al-attas selaku ketua tim, dengan anggota yang terdiri dari Iqbaal Maulana Dwiputera, Michael Lim Sony Wijaya, Muhammad Faturrahman, dan M. Qyblat Ilmy Mahdi. Proyek ini juga didampingi secara langsung oleh Bayu Widodo, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing.

Sistem TIMINI secara khusus diimplementasikan untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian mitra di Lebih Baik Farm yang berlokasi di Kabupaten Bogor.
Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kandungan air pada buah timun yang mencapai 96%, sehingga perawatannya sangat bergantung pada ketersediaan air dan sangat sensitif terhadap kekeringan. Namun, pada praktiknya, proses penyiraman lahan masih sering dilakukan secara manual.

Metode ini cenderung kurang efisien dan memicu pemborosan air karena volume yang diberikan seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan aktual tanaman. Selain itu, keterbatasan akses pemantauan jarak jauh kerap kali membuat penanganan menjadi terlambat saat tanah mulai mengering.

Melalui integrasi hardware pada sistem TIMINI, proses penyiraman dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan Capacitive Soil Moisture Sensor untuk mendeteksi kelembapan tanah, serta sensor DHT22 untuk memantau suhu dan kelembapan udara secara real-time.

Sistem dirancang untuk dapat merespons secara otomatis dengan menghidupkan pompa air melalui relay dan solenoid valve ketika kelembapan tanah terdeteksi berada di bawah ambang batas ideal yang ditetapkan, yakni 60-80%.

Keunggulan utama dari inovasi ini terletak pada sisi perangkat lunaknya. Antarmuka sistem diwujudkan dalam bentuk aplikasi mobile bernama TIMINI yang dibangun menggunakan framework Flutter. Aplikasi ini didesain dengan tata letak (layout) yang sangat ramah pengguna dengan nuansa hijau khas pertanian.

Saat masuk ke halaman utama (dashboard), pengguna langsung disuguhkan dengan ringkasan informasi krusial seperti umur tanaman, serta panel kartu indikator real-time yang mencakup persentase kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, dan status valve (katup air).

Tidak hanya menampilkan angka, aplikasi ini juga memvisualisasikan data dalam bentuk grafik riwayat 24 jam terakhir, sehingga fluktuasi kondisi lahan dapat dipantau dengan mudah. Menariknya, terdapat indikator status tanah yang langsung memberikan keterangan apakah kondisi tanah saat ini sudah “Lembab” dan “Ideal untuk pertumbuhan timun”.

Untuk fitur operasional, dashboard TIMINI menyediakan menu “Kontrol Penyiraman” yang sangat praktis. Pengguna dapat dengan mudah mencentang kotak “Mode Otomatis” untuk membiarkan sistem bekerja sendiri, atau mengambil alih kendali secara manual dengan menekan tombol interaktif “Buka Valve”.

Di bagian bawah aplikasi, pengguna juga dapat melihat log riwayat aktivitas secara rinci, seperti waktu penyiraman terakhir, durasi penyiraman, hingga total frekuensi penyiraman dalam sehari. Seluruh data ini disinkronkan tanpa jeda (real-time) berkat dukungan database Firebase.

Inovasi ini menjadi bentuk nyata penerapan teknologi digitalisasi smart farming. Dengan hadirnya sistem TIMINI, proses perawatan tanaman diharapkan menjadi lebih hemat waktu, tenaga, dan efisien dalam penggunaan sumber daya air. Teknologi ini juga diharapkan berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas fase vegetatif tanaman timun agar dapat menghasilkan kualitas panen yang unggul di Lebih Baik Farm.***

Penulis: Ahmad Farrell Raafii Alaiyya Al attas, Mahasiswa IPB University, Fakultas Vokasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here