Bogordaily.net – Sektor perikanan budidaya air tawar saat ini terus dituntut untuk melakukan transformasi teknologi demi meningkatkan produktivitas secara efektif dan efisien. Guna menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi IPB University meluncurkan sebuah inovasi mutakhir berupa “Sistem Monitoring dan Pemberian Pakan Ikan Otomatis Berbasis Web IoT Terintegrasi RAS”.
Inovasi ini diimplementasikan secara langsung untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset kolam ikan yang sebelumnya belum terpakai secara maksimal di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bogor sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan proyek ini.
Pengembangan sistem cerdas ini dilatarbelakangi oleh kendala klasik yang sering dihadapi oleh para pembudidaya ikan konvensional, di antaranya adalah ketergantungan pada pengawasan manual yang menguras waktu, serta tidak teraturnya jadwal pemberian pakan yang berisiko merusak kualitas air kolam. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), kondisi lingkungan budidaya untuk komoditas bernilai ekonomis tinggi seperti ikan nila dan ikan mas kini dapat dikendalikan sepenuhnya secara digital. Melalui alat ini, parameter vital seperti suhu dan tingkat kekeruhan air dapat dipantau dari jarak jauh, sekaligus mencegah potensi kematian massal pada ikan akibat keterlambatan penanganan kualitas air.
Inovasi berskala nyata ini lahir dari kerja keras kolaboratif tim mahasiswa yang dipimpin oleh Muhammad Rizki sebagai Ketua Tim, bersama tujuh anggota lainnya yaitu Naila Khairunnisa Bafani, Bramantyo Wicaksono, Baracahya Panata Cendikia Rahayu, Achlis Muhammad Yusuf, Aldy Arifyan Putra, Rizki Maariz Senjaya, dan Luthfi Alviani. Selama proses perancangan hingga implementasi, tim mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing Faldiena Marcelita, S.T., M.Kom.
Kehadiran teknologi ini pun disambut baik oleh pihak sekolah. Ketua Inovasi SMKN 4 Bogor, Akhmad Akhir, S.T., menyampaikan bahwa ide yang diusung oleh para mahasiswa ini sangat brilian karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas, mulai dari skala hobi hingga industri besar. “Ide ini bagus sekali karena sangat membantu para pehobi pelihara ikan agar kesibukan sehari-hari mereka bisa di-handle oleh alat otomatis ini, seperti waktu pemberian makan dan ketersediaan pakan yang menjadi lebih terkontrol. Di samping itu, teknologi ini juga potensial untuk membantu para peternak ikan dalam skala besar,” ujarnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB, Dr. Inna Novianty, M.Si. Beliau menegaskan bahwa implementasi alat di SMKN 4 Bogor ini merupakan bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa TRK tidak hanya berhenti di atas kertas atau laboratorium kampus, melainkan mampu menjawab kebutuhan riil dan mengoptimalkan aset di masyarakat.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas ruang kolaborasi yang diberikan oleh SMKN 4 Bogor. Bagi kami di Program Studi TRK, keberhasilan Rizki dan tim dalam mengintegrasikan sistem web IoT dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami telah memiliki kesiapan penuh untuk menjadi problem solver di era digital. Inovasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis rekayasa sistem mereka, tetapi juga mengasah kepekaan sosial untuk menghadirkan teknologi tepat guna yang efisien, ekonomis, dan berdampak langsung pada produktivitas sektor perikanan budidaya,” tutur Dr. Inna.
Lebih lanjut, Akhmad Akhir, S.T. juga menekankan pentingnya akurasi parameter air berbasis digital yang ditawarkan oleh sistem IoT ini guna meminimalisasi risiko kerugian fatal dalam budidaya. Menurutnya, karena karakter setiap jenis ikan dan kondisi ideal airnya berbeda-beda baik dari segi suhu maupun tingkat keasaman (pH), otomatisasi pemantauan jarak jauh menjadi kunci krusial agar ikan tidak mudah mati. Apabila terjadi kendala teknis di lapangan, pembudidaya dapat mendeteksi dan mengondisikannya secara cepat berkat kontrol berbasis internet tersebut.
Secara teknis, sistem pintar ini mengintegrasikan mikrokontroler ESP32 dengan ekosistem Recirculating Aquaculture System (RAS). Melalui perpaduan ini, air kolam disirkulasikan secara terus-menerus menggunakan sistem filtrasi berlapis yang terdiri atas media biofilter kaldness, karang jahe, serta sterilisasi lampu UV untuk memastikan air tetap jernih dan stabil tanpa perlu diganti berkala. Di sisi lain, sensor suhu tahan air DS18B20 dan sensor kekeruhan secara real-time mengirimkan data ke database yang terhubung langsung ke dashboard website interaktif. Selain pemantauan parameter air, sistem ini dilengkapi tabung hopper pakan otomatis yang digerakkan oleh motor DC dan modul RTC DS3231, sehingga pakan dapat keluar secara terjadwal dengan presisi tinggi demi menghindari pemborosan sisa pakan.
Seluruh rangkaian proyek yang solutif ini dilaksanakan secara bertahap selama empat bulan di sepanjang tahun 2026. Proses diawali dengan tahap desain dan perancangan alat pada Februari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap uji coba sistem dan evaluasi rancangan di laboratorium pada Maret 2026. Memasuki bulan April 2026, tim melakukan instalasi perangkat keras serta pengujian langsung pada kolam ikan di lokasi mitra SMKN 4 Bogor, hingga akhirnya mencapai tahap penyempurnaan akhir atau finishing pada Mei 2026. Melalui integrasi teknologi modern ini, kolam ikan di SMKN 4 Bogor kini tidak hanya menjadi unit produksi yang produktif dan efisien, melainkan juga berfungsi sebagai laboratorium hidup pembelajaran digital akuakultur bagi para siswa di sekolah tersebut.

