Bogordaily.net – Volume oli mesin merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh setiap pemilik mobil. Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan antar komponen mesin, tetapi juga berperan penting dalam membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat kendaraan digunakan.
Karena memiliki fungsi yang sangat vital, jumlah oli di dalam mesin harus selalu berada pada batas yang direkomendasikan. Jika volumenya terus berkurang dan dibiarkan dalam waktu lama, berbagai komponen internal mesin berisiko mengalami keausan lebih cepat akibat kurangnya pelumasan.
Dalam kondisi yang lebih parah, kerusakan mesin pun bisa terjadi dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Berkurangnya volume oli mesin memang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, terdapat tiga penyebab utama yang paling sering menjadi sumber masalah dan perlu segera diperiksa apabila oli mesin terus menyusut meski tidak ada jadwal penggantian.
1. Ring Piston Aus
Salah satu penyebab paling umum oli mesin cepat berkurang adalah kondisi ring piston yang sudah mengalami keausan. Komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga agar oli tetap berada di area pelumasan dan tidak masuk ke ruang pembakaran.
Dikutip dari GridOto, ketika ring piston mulai aus, celah antara ring piston dengan liner silinder menjadi semakin besar. Kondisi tersebut memungkinkan oli mesin merembes masuk ke ruang bakar.
Akibatnya, oli akan ikut terbakar bersama campuran bahan bakar dan udara selama proses pembakaran berlangsung. Semakin banyak oli yang masuk ke ruang bakar, semakin cepat pula volume oli di dalam mesin berkurang.
Masuknya oli mesin ke ruang bakar terjadi karena gap atau celah antara ring kompresi dan ring oli dengan liner silinder sudah melebihi batas ideal. Clearance standar pabrikan umumnya berada pada kisaran 0,15 hingga 0,20 mm.
2. Terjadi Kebocoran Oli
Penyebab berikutnya adalah adanya kebocoran pada sistem pelumasan mesin. Meski terlihat sepele, kebocoran kecil yang terjadi terus-menerus dapat membuat volume oli berkurang secara signifikan.
Kebocoran bisa muncul di berbagai bagian mesin, seperti bak karter oli, paking, maupun sil silinder head. Oli akan keluar sedikit demi sedikit setiap kali mesin bekerja sehingga lama-kelamaan jumlahnya terus menyusut.
Apabila kondisi ini tidak segera diperbaiki, mesin dapat mengalami kekurangan pelumas yang berpotensi menimbulkan gesekan berlebihan antar komponen.
Oleh karena itu, jika ditemukan adanya rembesan atau tetesan oli di bawah kendaraan maupun di sekitar ruang mesin, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan dan perbaikan.
3. Menggunakan Oli yang Lebih Encer dari Rekomendasi Pabrikan
Kesalahan dalam memilih spesifikasi oli juga dapat menjadi penyebab volume oli cepat berkurang. Penggunaan oli dengan tingkat kekentalan atau viskositas yang lebih rendah dibandingkan rekomendasi pabrikan berpotensi membuat oli lebih mudah menguap selama mesin bekerja.
Sebagai contoh, apabila pabrikan merekomendasikan penggunaan oli SAE 15W-40 atau 10W-40, tetapi justru menggunakan oli SAE 5W-30 atau bahkan 0W-20, maka risiko oli berkurang saat digunakan bisa meningkat, terutama pada mesin yang memang tidak dirancang menggunakan oli encer.
Namun kondisi tersebut berbeda dengan mobil-mobil keluaran terbaru yang sejak awal memang dirancang menggunakan oli dengan viskositas rendah. Pada kendaraan jenis ini, penggunaan oli encer tidak menjadi masalah karena desain mesin telah disesuaikan dengan karakteristik pelumas tersebut.
Oleh sebab itu, setiap pemilik kendaraan disarankan untuk selalu mengikuti spesifikasi oli yang telah ditentukan oleh pabrikan.
Menggunakan oli dengan kekentalan yang sesuai tidak hanya membantu menjaga volume oli tetap stabil, tetapi juga memastikan seluruh komponen mesin memperoleh pelumasan optimal sehingga usia pakai mesin menjadi lebih panjang.
Memeriksa volume oli secara berkala juga menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kerusakan mesin yang lebih serius.
Jika oli terus berkurang meski tidak ditemukan kebocoran, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan menyeluruh di bengkel agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih besar.***
