HomePolitikNU Dukung Rudy Susmanto Perang Lawan Judi Online dan Narkoba di Kabupaten...

NU Dukung Rudy Susmanto Perang Lawan Judi Online dan Narkoba di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net — Ada angka yang membuat siapa pun patut bergidik.

Sebanyak 103.092 warga Kabupaten Bogor tercatat sebagai pemain judi online. Nilai uang yang mengalir mencapai Rp414,4 miliar. Bukan Rp414 juta. Bukan pula Rp4 miliar. Tetapi lebih dari Rp414 miliar.

Angka dari PPATK itu bukan sekadar statistik. Ia adalah potret kebocoran ekonomi keluarga sekaligus ancaman bagi masa depan generasi muda.

Karena itulah langkah Bupati Bogor Rudy Susmanto yang menyatakan perang terhadap judi online dan narkoba mulai mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor, Abdul Somad, menilai persoalan judi online dan narkoba sudah berada pada level darurat. Dampaknya tidak hanya merusak pelaku, tetapi ikut menghancurkan ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

“Data ini bukan sekadar angka. Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Judi online dan narkoba telah menjadi ancaman nyata yang merusak akal, menghancurkan ekonomi keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda Kabupaten Bogor,” tegas Abdul Somad.

Menurutnya, langkah Rudy Susmanto sudah berada di jalur yang benar. Namun perang sebesar ini tidak mungkin dimenangkan hanya oleh pemerintah daerah.

Ia menyebut ulama, kiai, pesantren, masjid, majelis taklim, organisasi kemasyarakatan, sekolah, aparat penegak hukum hingga masyarakat harus bergerak dalam satu barisan.

“Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Ini adalah perang kita bersama,” katanya.

NU Kabupaten Bogor pun menyatakan siap turun langsung.

Bukan hanya memberikan dukungan moral, tetapi menggerakkan jaringan pesantren, masjid, majelis taklim, hingga kepengurusan NU di tingkat kecamatan dan desa. Jalur dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat dinilai menjadi benteng penting agar generasi muda tidak terjebak dalam lingkaran judi online maupun penyalahgunaan narkoba.

Abdul Somad menegaskan gerakan tersebut harus menyentuh akar rumput.

“Kita harus bergerak sampai ke akar rumput, dari pesantren ke sekolah, dari masjid ke majelis taklim, dari kecamatan hingga desa-desa. Kita harus menyelamatkan keluarga dan generasi muda kita sebelum mereka menjadi korban berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberantasan judi online tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Harus ada penguatan pendidikan agama, ketahanan keluarga, literasi digital, rehabilitasi korban, serta penindakan tegas terhadap bandar maupun jaringan pengedar narkoba.

“Tidak boleh ada ruang bagi judi online. Tidak boleh ada tempat bagi narkoba. Selamatkan generasi kita, lindungi keluarga kita, dan jaga Kabupaten Bogor. Perang melawan judi online dan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat kecamatan untuk memperkuat penanganan judi online dan narkoba. Pemerintah Kabupaten Bogor juga membentuk satuan tugas khusus serta menjalankan pemeriksaan dan tes narkoba secara berkala sebagai langkah pencegahan.

Kini, setelah pemerintah bergerak, dukungan NU memberi pesan bahwa perang melawan judi online dan narkoba bukan lagi sekadar agenda pemerintah. Ia mulai berubah menjadi gerakan masyarakat. Dan mungkin, memang hanya dengan cara itulah ancaman yang menggerogoti keluarga secara diam-diam ini bisa dilawan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here