Bogordaily.net – Tokopedia dulu dikenal sebagai salah satu rumah terbesar talenta teknologi Indonesia. Kini rumah itu terasa jauh lebih lengang.
Gelombang PHK karyawan Tokopedia kembali terjadi. Kali ini bukan sekadar pengurangan tenaga kerja biasa, tetapi menyentuh jantung perusahaan: divisi teknologi.
Menurut informasi, lebih dari 450 karyawan teknologi terdampak dalam gelombang PHK terbaru.
Yang tersisa hanya sekitar 35 orang.
Padahal sebelum Tokopedia diakuisisi TikTok melalui ByteDance, jumlah engineer dan tenaga teknologi mencapai sekitar 1.100 orang.
Sumber internal menyebut gelombang PHK terakhir membuat jumlah pegawai Tokopedia menyusut drastis.
Dari sekitar 2.500 karyawan saat proses akuisisi berlangsung, kini hanya sekitar 10 persen yang masih bertahan.
Mayoritas pegawai yang tersisa berasal dari divisi bisnis, trust and safety, serta sebagian kecil teknologi.
Sementara pengembangan platform disebut telah dialihkan ke tim ByteDance di China.
Menanggapi kabar tersebut, TikTok tidak membantah adanya penyesuaian organisasi.
Juru bicara perusahaan menjelaskan restrukturisasi dilakukan untuk menyelaraskan fungsi riset dan pengembangan (R&D) agar mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Perusahaan menegaskan langkah itu ditujukan untuk memperkuat layanan bagi penjual, kreator, dan pengguna platform.
Sejak Januari 2024, ByteDance menguasai 75,01 persen saham Tokopedia setelah mengakuisisi mayoritas kepemilikan dari GoTo.
Langkah itu menjadi solusi setelah pemerintah Indonesia melarang TikTok menjalankan media sosial sekaligus e-commerce dalam satu platform.
Tokopedia kemudian menjadi pengelola operasional TikTok Shop di Indonesia.
Namun, di balik integrasi tersebut, struktur organisasi perusahaan ikut berubah.
Laporan Momentum Works 2026 menunjukkan posisi Tokopedia masih berada di bawah para pesaingnya di Asia Tenggara.
Pada 2025, nilai transaksi bruto (GMV) Tokopedia tercatat sekitar US$9 miliar.
Sebagai perbandingan:
* Shopee: US$83,2 miliar
* TikTok Shop: US$45,6 miliar
* Lazada: US$18 miliar
* Tokopedia: US$9 miliar
Data tersebut memperlihatkan persaingan e-commerce kawasan semakin berat, sementara TikTok Shop justru mencatat pertumbuhan paling agresif.
Gelombang PHK karyawan Tokopedia bukan hanya soal berkurangnya jumlah pegawai.
Perubahan ini juga menandai bergesernya pusat pengembangan teknologi dari Indonesia ke luar negeri, sekaligus menjadi babak baru transformasi salah satu perusahaan teknologi terbesar yang pernah lahir di Indonesia.***
