Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto menanggapi anggapan yang menyebut masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang malas dan gemar tidur. Menurutnya, stigma tersebut tidak mencerminkan kenyataan karena jutaan rakyat Indonesia setiap hari bekerja keras mencari nafkah di berbagai sektor.
Hal itu disampaikannya saat meresmikan proyek LNG Abadi Masela di Tanimbar, Maluku, Kamis lalu.
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan masih ada pihak yang memandang rendah bangsa Indonesia. Bahkan, menurutnya, masyarakat Indonesia kerap mendapat cap sebagai bangsa yang santai dan gemar tidur.
“Kita dibilang bangsa yang santai, kita dibilang bangsa yang malas, bahwa rakyat Indonesia, para pribuminya hobinya tidur.”
Prabowo menilai anggapan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Ia mengatakan masyarakat Indonesia setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Menurutnya, para petani, nelayan, buruh, hingga pekerja di berbagai sektor telah menunjukkan semangat kerja yang tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Presiden juga menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat menghindari terik matahari di siang hari tidak dapat diartikan sebagai bentuk kemalasan.
Ia menilai hal tersebut justru merupakan bentuk kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur kepada masyarakat yang hidup di wilayah beriklim tropis.
Menurut Prabowo, pola aktivitas yang menyesuaikan kondisi cuaca merupakan bagian dari cara masyarakat beradaptasi dengan lingkungan, bukan cerminan rendahnya etos kerja.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam pidato Presiden saat peresmian proyek LNG Abadi Masela, sekaligus menegaskan keyakinannya bahwa masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang pekerja keras dan tidak layak diberi stigma negatif.***
