Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan langkah untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 218 Ribu jiwa.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menjelaskan bahwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor lebih kecil dari Kota Bogor, dan Kota/Kabupaten Bekasi yaitu di angka 7,69 atau sebanyak 218 ribu jiwa.
“Nah, tetapi secara absolut, kali jumlah angkatan kerja kita ini penduduknya padat, ternyata diperoleh 218.000 pengangguran yang tercatat secara ini di BPS ya,” kata Nana, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Nana, salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Bogor untuk mengatasi pengangguran yakni menyediakan Job Fair dengan mempertemukan antara pencari kerja dengan pemberi kerja.
“Kami melakukan Job Fair ini salah satu upaya untuk menampung saudara-saudara kita mudah-mudahan rezekinya menampung yang sedang nganggur, bisa bekerja, difasilitasi di antaranya Job Fair di mana job fair ini adalah pencaker kita pertemukan langsung dengan pemberi kerja,” jelasnya.
Kemudian, Pemkab Bogor turut memberikan pendampingan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk peningkatan skill dan kompetensi para pencari kerja.
“Kita hadir melalui BLK, Balai Latihan Kerja. Kita akan ada beberapa kompetensi yang kita latih selama beberapa jam,” ujar Nana.
Adapun, kata Nana, saat ini Pemkab Bogor telah membuka seleksi untuk para pencari kerja yang hendak bekerja di luar negeri.
Ada sekitar 40 kebutuhan sebanyak 40 tenaga kerja Caregiver yang nantinya akan disalurkan ke Jepang. Adapun, saat ini animo pendaftar telah mencapai ribuan lebih.
“Dan bahkan kita buka tahun ini yaitu ada yang 120 hari yaitu saudara-saudara kita yang telah kita seleksi untuk siap bekerja dan ditempatkan di Jepang,” kata Nana.
“Jadi kemarin kami membuka seleksi untuk siapa yang siap bekerja di Jepang, nanti ternyata dari animonya tinggi, ada 1.000 pendaftar. Kami skrining 1.000 tersebut untuk mendapatkan 40 saja.” tambahnya.
Sementara itu, pihaknya memastikan bahwa, seluruh biaya pendaftaran nantinya akan ditanggung oleh negara hingga siap bekerja di Jepang.
“Jadi persyaratannya itu kita seleksinya adalah siap bekerja di Jepang. Bagi yang lolos, maka kita dampingi APBD yaitu pelatihan bahasa Jepang secara gratis selama 6 bulan di BLK, gratis,” ungkap dia.(Albin)
