HomeKota BogorDisdik Kota Bogor Gelar Olahraga Tradisional SD, Diikuti 35 Sekolah di Bogor...

Disdik Kota Bogor Gelar Olahraga Tradisional SD, Diikuti 35 Sekolah di Bogor Barat

Bogordaily.net – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menggelar invitasi olahraga tradisional tingkat sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Bogor Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Tegal Lonceng, Kelurahan Margajaya, Kota Bogor, dan diikuti sekitar 35 SD.

Ajang ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan sekaligus melestarikan olahraga tradisional kepada generasi muda sejak usia dini.

Koordinator Lapangan, Anas, mengatakan terdapat sejumlah cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan dalam kegiatan tersebut.

“Olahraga tradisional yang dipertandingkan untuk SD se-Kota Bogor antara lain egrang, terompah, dagongan dan sumpitan,” kata Anas kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, para peserta nantinya memiliki kesempatan untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat berikutnya melalui perlombaan yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

“Selanjutnya akan berjenjang ke lomba yang digelar Dispora,” ujarnya.

Anas menjelaskan, kegiatan olahraga tradisional tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun dan disinergikan dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memiliki tujuan edukatif dalam membentuk karakter anak-anak melalui aktivitas olahraga.

“Lomba ini juga merupakan agenda rutin setiap tahun yang disinergikan dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor,” jelas Anas.

Menurut Anas, olahraga tradisional tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun karakter dan mengembangkan potensi anak-anak sejak usia dini.

Melalui olahraga tradisional, peserta diajak mengembangkan jati diri serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

“Untuk membentuk dan membangun anak-anak usia dini, mengembangkan potensi-potensi jati diri generasi muda yang sehat jasmani dan rohani melalui olahraga tradisional,” ungkapnya.

Dengan melibatkan sekitar 35 SD, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar mengenai sportivitas.

Anas menilai nilai-nilai tersebut penting ditanamkan sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki kesiapan menghadapi persaingan di masa depan tanpa meninggalkan sikap sportif.

“Untuk membentuk generasi muda yang siap bersaing dengan tetap menjaga nilai sportivitas,” beber Anas.

Kegiatan olahraga tradisional ini sekaligus menjadi upaya untuk menjaga keberadaan permainan dan olahraga tradisional agar tetap dikenal serta diminati generasi muda di tengah perkembangan zaman.***

Gibran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here