HomeKota BogorPembangunan GOR Pajajaran Tahap 2 Disorot, Kontraktor Diminta Jangan Main-main dengan Spek

Pembangunan GOR Pajajaran Tahap 2 Disorot, Kontraktor Diminta Jangan Main-main dengan Spek

Bogordaily.net — Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran Tahap Dua mendapat perhatian publik. Menjelang pelaksanaan proyek lanjutan tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Kota Bogor memperketat pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, kontrak, anggaran, dan kebutuhan fasilitas olahraga.

GOR Pajajaran merupakan salah satu fasilitas olahraga penting di Kota Bogor. Karena itu, pembangunan tahap kedua diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan kualitas bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Masyarakat meminta seluruh material dan pekerjaan konstruksi mengacu pada spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.

“Kami tidak ingin sejarah proyek mangkrak atau asal jadi terulang. Pembangunan GOR Pajajaran Tahap Dua harus 100 persen sesuai spek, sesuai kontrak, dan sesuai kebutuhan atlet serta masyarakat,” kata praktisi hukum Kota Bogor Desta Lesmana.

Menurutnya, ada tiga poin utama yang menjadi perhatian masyarakat dalam pembangunan GOR Pajajaran Tahap Dua.

Pertama, kesesuaian spesifikasi dan mutu pekerjaan. Material konstruksi seperti besi, beton, atap, sistem kelistrikan, hingga drainase diminta memenuhi standar yang ditetapkan serta sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen kontrak.

Ia juga mendorong adanya pengujian mutu secara berkala untuk memastikan kualitas material dan hasil pekerjaan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Kedua, transparansi proyek. Informasi mengenai pembangunan dinilai perlu dibuka kepada masyarakat melalui papan informasi proyek. Informasi tersebut setidaknya mencakup nilai pekerjaan, sumber anggaran, kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta jangka waktu pelaksanaan.

Transparansi, kata dia, penting karena proyek menggunakan anggaran publik sehingga masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses dan target pembangunan.

Ketiga, pengawasan serta penegakan aturan. Pemerintah Kota Bogor, DPRD, dan aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) diminta melakukan pengawasan secara aktif, termasuk memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan kontrak.

Apabila dalam pelaksanaannya ditemukan pelanggaran atau penyimpangan, masyarakat meminta pemerintah memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai ada kontraktor nakal yang bermain-main dengan uang rakyat. GOR ini untuk 30 sampai 40 tahun ke depan, bukan untuk tiga tahun rusak,” tegasnya.

Ia menegaskan, masyarakat berharap pembangunan GOR Pajajaran Tahap Dua dapat menjadi proyek yang transparan, berkualitas, dan selesai sesuai target.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet Kota Bogor sekaligus menjadi venue olahraga yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Dengan pengawasan sejak awal hingga tahap serah terima, pembangunan GOR Pajajaran diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan keamanan yang dibutuhkan untuk penggunaan jangka panjang.

Publik pun, kata dia, meminta seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut bekerja secara profesional dan bertanggung jawab sehingga pembangunan fasilitas olahraga milik masyarakat Kota Bogor dapat memberikan manfaat maksimal.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here