Bogordaily.net – Pemerintah memastikan akan memberikan uang harian kepada para relawan tenaga kesehatan yang dikirim Kementerian Kesehatan untuk membantu penanganan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penanganan masyarakat terdampak bencana.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan serta bentuk penghargaan yang akan diberikan kepada para relawan medis yang bertugas di lokasi bencana.
“Ini kita sudah petakan dan kita akan berikan apresiasi kepada mereka tenaga-tenaga medis ini. Sedang kita bahas ini, kita bahas, mereka akan mendapatkan uang harian dari kita, uang harian untuk yang mereka ikut di dalam sebagai relawan,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.
Selain uang harian, pemerintah juga menyiapkan biaya transportasi bagi para tenaga kesehatan yang ikut menjadi relawan dalam penanganan bencana.
Dante menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak disebut sebagai insentif karena pemerintah menilai jasa dan pengorbanan para relawan tenaga medis tidak dapat sepenuhnya diukur dengan nilai materi.
“Jadi kalau dibilang insentif kelihatannya tidak sepadan dengan jasa yang mereka keluarkan. Tapi kita berikan biaya transport. Biaya transport ini sekarang kita tetapkan masih di Rp 350.000 per hari buat tenaga kesehatan,” tambahnya.
Dengan ketentuan tersebut, tenaga kesehatan yang terlibat sebagai relawan dalam penanganan bencana di NTT akan mendapatkan biaya transport sebesar Rp350 ribu per hari.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan para relawan selama menjalankan tugas akan menjadi perhatian. Selain mendapatkan uang harian dan biaya transportasi, para relawan juga akan memperoleh fasilitas makan selama menjalankan tugas di wilayah terdampak bencana.
Hingga saat ini, total relawan yang telah didistribusikan ke wilayah bencana mencapai sekitar 600 orang.
Ratusan relawan tersebut diterjunkan untuk membantu berbagai kebutuhan penanganan masyarakat terdampak, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan penanganan pasien di wilayah bencana.
Tak hanya dukungan berupa uang harian dan kebutuhan selama bertugas, pemerintah juga menyiapkan bentuk penghargaan lain bagi para relawan tenaga kesehatan.
Para relawan nantinya akan mendapatkan sertifikat dalam bentuk satuan kredit profesi atau SKP. Sertifikat tersebut memiliki manfaat bagi tenaga kesehatan karena dapat digunakan sebagai salah satu kebutuhan dalam proses perpanjangan surat izin praktik.
Pemberian SKP tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk penghargaan tambahan bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bersedia turun langsung membantu penanganan bencana.
Pemerintah menilai keberadaan tenaga medis menjadi bagian penting dalam upaya penanganan masyarakat terdampak bencana. Tanpa keterlibatan para relawan, pelayanan kesehatan terhadap warga yang membutuhkan bantuan akan sulit dilakukan secara maksimal.
“Jadi penghargaan kita terhadap tenaga medis yang ikut di dalam penanganan pasien bencana ini kita buat secara optimal dan sebaik mungkin karena tanpa mereka kita nggak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya.
Pemerintah pun memastikan akan terus memberikan perhatian terhadap para relawan yang terlibat dalam penanganan bencana di NTT. Dengan dukungan tersebut, diharapkan para tenaga kesehatan dapat menjalankan tugasnya secara optimal dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat terdampak bencana.***
