Bogordaily.net – Rumah milik pembawa acara (MC) yang sebelumnya menjadi sorotan setelah viralnya aksi tantangan membaca Al-Qur’an di booth minuman keras (miras) didatangi sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Kedatangan massa tersebut berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah massa disebut berasal dari Majelis Umat Islam Kota Bekasi, FPI, hingga FBR. Aksi tersebut dipimpin oleh Habib Ali bin Umar Al Athos alias Habib Ali Bola.
Sebelumnya, publik dihebohkan oleh video yang memperlihatkan adanya tantangan kepada pengunjung di sebuah booth minuman keras dalam acara musik.
Dalam video yang beredar, pengunjung disebut ditantang untuk membaca atau menghafalkan ayat Al-Qur’an dengan imbalan berupa sebotol minuman beralkohol.
Aksi tersebut kemudian menuai kecaman di media sosial karena dinilai tidak pantas mengaitkan ayat suci Al-Qur’an dengan pemberian produk minuman beralkohol.
MC yang berada di lokasi saat kejadian kemudian memberikan klarifikasi. Ia menyebut aksi tersebut bukan bagian dari materi promosi resmi brand dan terjadi secara spontan setelah seorang audiens mengambil alih mikrofon.
MC tersebut juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak mampu mengendalikan aksi spontan yang kemudian menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Massa Datangi Rumah MC
Setelah polemik tersebut berkembang, sejumlah massa kemudian mendatangi rumah yang diketahui sebagai kediaman MC bernama Revnaldo Ega Siahaan.
Namun, kedatangan massa tidak menemukan Revnaldo di lokasi.
Berdasarkan pengecekan pihak RT dan RW setempat, Revnaldo ternyata sudah tidak tinggal di rumah tersebut. Rumah itu diketahui telah dikontrakkan kepada pihak lain sejak sekitar dua bulan lalu.
Dengan demikian, massa yang datang ke lokasi tidak dapat bertemu dengan MC yang sebelumnya menjadi sorotan dalam polemik tersebut.
Peristiwa kedatangan massa ini menjadi perkembangan terbaru setelah video aksi di booth minuman keras tersebut viral dan memicu kecaman dari berbagai pihak.
Sementara itu, informasi mengenai tindak lanjut terhadap polemik tersebut masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.***
