HomeBeritaViral Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan di Balik Reruntuhan Akibat Gempa M...

Viral Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan di Balik Reruntuhan Akibat Gempa M 7,7 Guncang Flores

Bogordaily.net – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Di tengah proses pencarian dan evakuasi korban, sebuah momen memilukan terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Tim gabungan menemukan seorang ibu dan anak dalam kondisi berpelukan setelah keduanya tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa.

Dalam video tersebut, tim gabungan terlihat berupaya mengevakuasi korban dari balik material bangunan yang roboh. Petugas melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Di tengah proses tersebut, petugas menemukan dua korban yang dilaporkan merupakan seorang ibu dan anak. Keduanya ditemukan dalam kondisi saling berpelukan.

Ibu dan anak tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan. Momen saat keduanya ditemukan kemudian menjadi salah satu gambaran paling memilukan dari dampak gempa yang mengguncang wilayah Flores.

Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @officialputrajaya94. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menyebut ibu dan anak tersebut ditemukan saat proses evakuasi warga yang menjadi korban gempa.

“Moment seorang ibu yang sedang memeluk anaknya yang dikabarkan meninggal dunia dalam proses evakuasi warga atas bencana gempa di NTT,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Unggahan itu juga disertai ucapan belasungkawa bagi para korban serta keluarga yang terdampak bencana.

Gempa M 7,7 Guncang Utara Flores

Gempa kuat mengguncang wilayah utara Pulau Flores pada Sabtu pagi. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan kekuatan magnitudo 7,7.

Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar naik atau thrust fault. Guncangan dirasakan kuat di sejumlah wilayah Flores, termasuk Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dan Ruteng di Kabupaten Manggarai.

Kuatnya guncangan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Tidak hanya rumah warga, beberapa fasilitas publik juga terdampak akibat gempa tersebut.

Salah satu fasilitas yang dilaporkan mengalami kerusakan adalah Bandara Frans Sales Lega atau Bandara Ruteng. Bagian bangunan bandara terdampak guncangan, dengan panel atap dilaporkan berjatuhan.

Kerusakan pada sejumlah bangunan tersebut turut mempersulit kondisi masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Petugas dan tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan penanganan, mulai dari pencarian korban hingga pendataan kerusakan.

Puluhan Orang Meninggal Dunia

Dampak gempa tidak hanya berupa kerusakan bangunan. Jumlah korban meninggal dunia juga terus menjadi perhatian dalam proses penanganan bencana.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat gempa di NTT.

Korban meninggal tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 24 orang meninggal dunia.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17 orang meninggal dunia. Kemudian terdapat tiga korban meninggal di Kabupaten Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Selain korban meninggal dunia, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan medis. Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap warga yang kemungkinan masih berada di lokasi terdampak.

Ratusan Rumah Mengalami Kerusakan

Gempa berkekuatan M 7,7 tersebut juga menyebabkan kerusakan cukup luas pada rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu sore pukul 17.00 WIB, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat. Kemudian 41 rumah tercatat mengalami rusak sedang dan 148 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak gempa.

Selain fasilitas pendidikan, terdapat 18 fasilitas kesehatan yang terdampak. Lima tempat ibadah dan enam kantor juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Angka kerusakan maupun korban tersebut masih merupakan data sementara. Tim di lapangan masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak gempa secara lebih menyeluruh.

Proses Pencarian dan Evakuasi Masih Berlangsung

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan berbagai upaya penanganan di wilayah terdampak. Proses tersebut mencakup pencarian dan evakuasi korban, pendataan kerusakan bangunan, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

Kondisi di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan karena gempa menyebabkan kerusakan terhadap tempat tinggal dan fasilitas yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penemuan ibu dan anak dalam kondisi berpelukan menjadi salah satu momen paling menyayat hati dalam rangkaian proses evakuasi korban gempa Flores. Di balik angka korban dan data kerusakan, peristiwa tersebut memperlihatkan dampak kemanusiaan yang begitu besar dari bencana yang terjadi.

Gempa M 7,7 yang mengguncang utara Flores pada Sabtu pagi telah menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan di sejumlah wilayah NTT.

Sementara proses penanganan masih berlangsung, petugas gabungan terus bekerja untuk mencari korban, mengevakuasi warga, dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here