bogordaily.net – Video siaran langsung atau live di media sosial yang diduga menampilkan sejumlah remaja dari Sulawesi Selatan menjadi sorotan setelah buka baju demi gift pada 18 Agustus 2026.
Dalam siaran tersebut, sejumlah pemuda dan pemudi yang diduga masih berusia belia terlihat mempertontonkan bagian tubuh mereka di hadapan kamera.
Rekaman itu kemudian beredar di media sosial dan menimbulkan keprihatinan karena melibatkan remaja serta dilakukan melalui ruang digital yang dapat dengan mudah direkam dan disebarluaskan.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya pendampingan orang tua terhadap aktivitas anak di media sosial. Pengawasan dinilai tidak cukup hanya dengan memberikan akses terhadap ponsel atau internet, tetapi juga perlu disertai edukasi mengenai privasi, etika, serta risiko dari setiap konten yang dibagikan.
Jejak digital menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Konten yang sudah terlanjur disiarkan atau dibagikan dapat direkam oleh orang lain dan berpotensi kembali muncul meskipun unggahan aslinya telah dihapus.
Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan media sosial, termasuk memahami platform yang digunakan serta aktivitas yang dilakukan anak di ruang digital.
Di sisi lain, para remaja juga diingatkan untuk lebih bijak sebelum membagikan atau menampilkan sesuatu di media sosial. Keinginan mendapatkan perhatian, penonton, maupun popularitas sesaat sebaiknya tidak mengorbankan privasi dan masa depan.
Media sosial pada dasarnya dapat menjadi ruang untuk berkarya, belajar, dan berinteraksi secara positif. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan batasan dan tanggung jawab, terutama bagi anak dan remaja yang masih membutuhkan pendampingan dalam memahami risiko di dunia digital.***
