HomeHiburanVideo Anin Yoya Emote Love Blitar Srengat Viral di TikTok, Benarkah Asli?...

Video Anin Yoya Emote Love Blitar Srengat Viral di TikTok, Benarkah Asli? Ini Faktanya

Bogordaily.net – Video Anin Yoya emote love Blitar Srengat mendadak ramai dibicarakan di TikTok. Narasinya beredar cepat, terutama di kalangan warganet di Blitar dan Tulungagung.

Pertanyaannya sederhana, tetapi membuat banyak orang penasaran: apa sebenarnya isi video Anin Yoya yang viral tersebut? Benarkah video itu asli?

Di tengah derasnya penyebaran informasi di media sosial, pihak yang disebut-sebut dalam narasi tersebut akhirnya memberikan klarifikasi.

Salah satu unggahan TikTok yang ikut menyebarkan narasi itu menampilkan tangkapan layar percakapan WhatsApp. Di dalamnya terlihat satu video dan dua foto.

Masalahnya, video tersebut justru tidak bisa dilihat secara jelas. Bagian gambar dalam tangkapan layar tampak diburamkan.

Sementara dua foto lainnya memperlihatkan sosok perempuan yang disebut-sebut berkaitan dengan narasi Anin Yoya emote love.

Dari sinilah cerita berkembang. Potongan gambar dan narasi kemudian beredar dari satu akun ke akun lainnya.

Namun, pihak yang bersangkutan membantah narasi tersebut.

Melalui kuasa hukum Rika Permatasari, bantahan disampaikan secara tegas. Ia menyebut konten yang beredar dan dikaitkan dengan kliennya bukanlah kejadian sebenarnya.

“Di sini saya menjelaskan bahwa terkait berita viral, yang terkait love itu adalah tidak benar ya,” ujar Rika Permatasari.

Menurut Rika, gambar yang digunakan dalam narasi tersebut merupakan hasil manipulasi.

“Jadi itu adalah foto hasil editan atau AI,” tegasnya.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan yang ramai muncul di TikTok mengenai apakah konten Anin Yoya emote love Blitar Srengat benar-benar asli atau merupakan hasil rekayasa digital.

Kuasa hukum juga mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan konten tersebut.

Menurut Rika, orang yang meneruskan atau mendistribusikan konten yang dinilai sebagai fitnah dapat menghadapi konsekuensi hukum.

“Jadi kepada siapapun yang sudah mentransmisikan atau mengirimkan, mendistribusikan kepada pihak yang lain, itu akan menanggung konsekuensi secara pidana,” ujarnya.

Karena itu, warganet sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan sebuah konten hanya dari potongan video, foto, atau tangkapan layar yang beredar di media sosial.

Apalagi saat ini teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin mudah digunakan untuk mengubah gambar dan membuat konten yang sekilas terlihat nyata.

Untuk kasus video Anin Yoya emote love Blitar Srengat, pihak kuasa hukum telah menyampaikan bantahan dan menyebut konten tersebut sebagai hasil editan atau AI.

Masyarakat pun diingatkan untuk berhati-hati sebelum menyimpan, mengirim ulang, atau menyebarkan konten yang belum jelas sumber dan kebenarannya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here