Bogordaily.net – Puluhan jurnalis dari berbagai aliansi media dan organisasi pers menggelar aksi unjuk rasa di depan Mako Polresta Bogor Kota pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas tindakan represif oknum aparat kepolisian yang sempat mencederai kerja-kerja jurnalistik saat pengamanan unjuk rasa sebelumnya.
Di hadapan para wartawan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Adhitya Panji Anom secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kesalahpahaman dalam prosedur pengamanan di lapangan.
“Kami memohon maaf atas nama mewakili seluruh personel Polresta Bogor Kota yang pada beberapa waktu lalu ada kesalahpahaman pengamanan aksi unjuk rasa,” ucapnya.
Tidak hanya meminta maaf, ia juga menegaskan akan menindak tegas personel yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur.
Ia memastikan bahwa proses penegakan disiplin terhadap oknum yang terlibat akan dikawal secara transparan dan nantinya akan diumumkan kepada publik melalui rekan-rekan media.
“Dan saya pastikan untuk personel yang sudah melakukan pelanggaran tersebut akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
“Nanti pada saat pemberian sanksi itu akan kami undang rekan-rekan media untuk nanti disampaikan sama rekan-rekan semua,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat, Rama Irawan menyambut baik iktikad kooperatif pihak kepolisian, namun tetap menekankan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
“Terima kasih Bapak Kapolresta sudah memberikan pernyataan dan sudah gentel menemani dan menemui kita di sini. Semoga ini tidak terulang Pak, semoga ini bisa akhir karena yang diserang bahkan sampai masuk rumah sakit,” jelasnya.
Ia menyebut, di tanggal yang sama sebelumnya, di Serang, Banten ada wartawan meliput demo juga diperlakukan yang sama, represif, dipukuli oleh oknum polisi.
“Jangan sampai kejadian di Serang, kejadian di Bogor itu terulang lagi. Saya mohon atensinya Bapak Kapolresta untuk membriefing atau membina anak buahnya, seperti yang tadi saya sampaikan bahwa tidak ada anak buah yang gagal, itu adalah tergantung pimpinannya,” tegasnya.
Sementara itu, aksi solidaritas jurnalis Bogor diikuti oleh AMSI Jawa Barat, PWI Kabupaten Bogor, PFI Bogor, Forum Pemred Bogor dan Media Center Kota Bogor.***

