HomeKabupaten BogorProgram Dosen Pulang Kampung SKHB Rampung, Kebun Tanaman Obat ATP IPB University...

Program Dosen Pulang Kampung SKHB Rampung, Kebun Tanaman Obat ATP IPB University Siap Jadi Pusat Edukasi

Bogordaily.net – Kebun tanaman obat ATP IPB University siap menjadi pusat edukasi setelah program Dosen Pulang Kampung SKHB IPB University resmi rampung. Program Dosen Pulang Kampung Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University bertajuk “Pengembangan dan Koleksi Tanaman Obat untuk Kesehatan Manusia dan Ternak” di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University resmi ditutup. Selama empat bulan, tim membangun kebun koleksi berisi 10 jenis tanaman obat yang kini siap difungsikan sebagai pusat edukasi dan sumber bibit.

Kebun Koleksi 10 Tanaman Obat, Capaian Program Dosen Pulang Kampung
Ketua tim, Dr. Bayu Febram Prasetyo, S.Si., Apt., M.Si., memaparkan capaian program sebagai berikut:

• Terbangunnya kebun koleksi berisi 10 jenis tanaman obat, dengan tanaman unggulan binahong, kumis kucing, bunga telang, dan sirih.
• Tersusunnya data identitas dan manfaat setiap tanaman.
• Terlatihnya 25 petani penggarap lahan ATP dalam pengolahan herbal untuk manusia dan ternak.
• Terpasangnya plang kebun koleksi tanaman obat sebagai penanda dan sarana edukasi.

“Sejak awal kami ingin program ini berlanjut, tidak berhenti di laporan. Kebun ini sekarang bisa dikunjungi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat. Bibitnya juga bisa diperbanyak untuk ditanam di pekarangan warga dan di sekitar kandang peternak,” ungkapnya.

Diserahkan kepada Mitra untuk Pengelolaan Berkelanjutan
Pengelolaan kebun selanjutnya diserahkan kepada [pengelola ATP/kelompok mitra]. Serah terima ditandai dengan pemasangan plang kebun koleksi tanaman obat. [Nama, jabatan] dari pihak penerima berkomitmen merawat kebun dan mengintegrasikannya dalam kegiatan edukasi di ATP IPB University.

Wujud Nyata Pendekatan One Health
Dr. drh. Ridi Arif menilai program ini mencerminkan pendekatan One Health, yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.
“Kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait. Kebun obat yang dikelola secara organik dan hasilnya kembali untuk kesehatan keluarga petani serta ternaknya adalah contoh kecil dari keterkaitan itu,” katanya.

PENUTUP
Ke depan, tim menyiapkan beberapa rencana tindak lanjut:
• Penelitian lanjutan mengenai efektivitas binahong dan sirih pada penanganan kasus di ternak.
• Pengembangan formulasi sediaan herbal yang lebih praktis dan terstandar.
• Penjajakan peluang produk herbal bernilai ekonomi bersama masyarakat mitra.
Melalui program ini, SKHB IPB University kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat.***

[Foto: Tim Dosen Pulang Kampung SKHB IPB University bersama petani ATP pada pemasangan plang kebun koleksi tanaman obat]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here