BOGOR DAILY – Pandemi Covid-19 yang juga belum hilang selama setahun lamanya di Indonesia membuat semua sektor terdampak mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga sektor-sektor lainnya yang membuat perkembangan sektor-sektor tersebut terhambat.
Kepala Bandan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang), Suryanto Putra menyampaikan bahwa kenaikan kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) di triwulan ke 2 jauh dari target yang harapkan.
“Saat ini Kemiskinan di Kabupaten Bogor Meningkat. Kita targetnya 6,78% namun saat ini berdasarkan data BPS yaitu 9,26% ,” kata Suryanto
Tidak hanya kemiskinan yang naik signifikan, pengangguran di Kabupaten Bogor pun ikut meningkat.
“Tidak hanya kemiskinan peningkatan Pengangguran di Kabupaten Bogor pun saat ini meningkat dan keluar dari yang ditargetkan yaitu 9,2% sementara sekarang tingkat pengangguran mencapai 12,97%,” ungkapnya
Ia menyampaikan, kenaikan dari kedua sektor tersebut disebabkan oleh pandemi covid-19 yang belum selesai di Kabupaten Bogor.
“Ini menunjukkan adanya covid-19 memberikan dampak yang sangat signifikan di Kabupaten Bogor,” ia meneruskan
Namun, Bappendalitbang tidak hanya diam dalam kenaikan pengangguran dan kemiskinan, ia memprioritaskan program-program bupati yang sedang berjalan dan akan dilakukan menyesuaikan dengan adanya pendemi seperti saat ini.
“Namun, untuk menekan kenaikan tersebut, kami tetap berupaya memprioritaskan program-program Bupati dengan tentunya menyesuaikan keadaan covid-19 yang belum selesai ini,” pungkasnya. (Egi)
