Bogordaily.net – Walikota kota Cologne di Jerman barat telah mengumumkan bahwa adzan akan diizinkan setiap hari Jumat dikumandangkan lewat pengeras suara.
Panggilan untuk shalat, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Adzan, akan dilakukan di bawah proyek percontohan dua tahun.
“Banyak penduduk Cologne adalah Muslim. Dalam pandangan saya, ini adalah tanda penghormatan untuk mengizinkan panggilan shalat dari muadzin,” tulis walikota Henriette Reker di Twitter, The Local melaporkan.
Karena adzan sudah menjadi ciri utama kota yang terkenal dengan katedral abad pertengahannya, Reker mengatakan bahwa adzan Muslim akan menunjukkan keragaman kota.
“Siapa pun yang tiba di stasiun pusat Cologne disambut oleh katedral dan suara lonceng gerejanya,” katanya.
“Warga Muslim kami adalah bagian integral dari kota kami. Mendengar adzan di sebelah lonceng gereja di kota kami menunjukkan bahwa keragaman dihargai di Cologne dan keragaman itu ada di sini, ” Anadolu mengutip Reker.
Jerman sendiri memiliki lebih dari 900 masjid milik Persatuan Islam Turki saja.
Cologne bukanlah kota pertama di Rhine-Westphalia Utara yang mengizinkan masjid untuk mengumandangkan suara adzan.
Di wilayah dengan komunitas imigran Turki yang besar, masjid-masjid di Gelsenkirchen dan Düren telah menyiarkan seruan keagamaan itu sejak tahun 1990-an.
Islam di Jerman telah ada sejak abad ke-17. Tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa Muslim yang ada di Jerman atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (2016).
Hal ini menjadikan Jerman sebagai negara kedua setelah Prancis dengan jumlah Muslim terbanyak di Benua Eropa. Prancis sendiri memiliki populasi muslim sebanyak 4,7 juta jiwa.
Dari jumlah populasi Muslim di Jerman, mayoritas merupakan pendatang dan keturunan migran generasi kedua atau ketiga.
Dengan jumlah sebanyak 1,5 juta jiwa, Turki merupakan negara asal Muslim Jerman terbanyak.
Di antara seluruh negara bagian di Jerman, Nordrhein-Westfalen (NRW) merupakan negara bagian dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di Jerman, yakni sebanyak sekitar 1.343.000 jiwa.***
