Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menargetkan merenovasi 6.500 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2021.
Namun, melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) realisasi renovasi RTLH di sejumlah wilayah di Kota Bogor masih belum maksimal.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa hal itu disebabkan ada beberapa proses administrasi yang mesti dilakukan.
Sebelum nantinya bantuan RTLH tersebut bisa dicairkan oleh penerima bantuan. Seperti melansir dari repjabar.
Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini sudah ada sekitar 3.500 bantuan RTLH yang dicairkan para penerima bantuan.
“Dari 6.500 RTLH yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor, 3.500 diantaranya sudah kami distribusikan kepada masyarakat sekitar dua pekan lalu. Sementara sisanya sedang dalam tahap verifikasi,” ujarnya, Jumat (15 Oktober 2021)
Esti menjelaskan, ada sekitar 1.500 proposal pengajuan RTLH yang sedang diproses untuk dicairkan selanjutnya.
Ada juga beberapa pengajuan yang ditarik ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Jadi bantuan untuk perbaikan rumah tersebut tidak hanya diajukan melalui APBD Kota Bogor.
“Sebagian ada yang sedang berproses, ada juga yang kami alihkan ke dalam program BSPS dari Kementerian PUPR. Jadi bukannya tidak terserap, tapi semuanya sedang berproses,” katanya.
Namun demikian Esti mengaku optimis, jika 6.500 RTLH yang bersumber dari APBD Kota Bogor pada 2021 ini dan bisa selesai terserap hingga akhir tahun.
“Insyaallah akan terserap. Karena saat ini juga semuanya sedang berproses secara simultan. Jadi kami yakin 6.500 RTLH ini bisa kami realisasikan sampai akhir tahun ini,” pungkasnya.***
