Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan jumlah pengangguran di Kota Bogor meningkat signifikan akibat pembatasan sosial selama pandemi covid-19. Tercatat 175 ribu orang pekerja terdampak pandemi, jumlah pengangguran pun meningkat hingga mencapai 12,6 persen dari populasi.
Hal itu ia sampaikan kala melantik 130 pejabat struktural eselon III dan eselon IV di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor pada Kamis 11 November 2021 lalu.
“Jumlah pengangguran akibat kondisi pandemi yang menyerang hampir seluruh sektor. Mata pencaharian mereka berkurang, bahkan hilang karena kondisi ini,” kata Bima Arya.
Karena itu, ia menuntut seluruh jajarannya untuk terus berkolaborasi menyelesaikan masalah ini. Misalnya dengan menggandeng komunitas, UMKM, swasta, atau kampus.
. “Semua kolaborasi. Kita bidik sektor yang strategis. Insya Allah kita fokus ke sini. Dan Desember juga nanti akan ada penyesuaian lagi, akan ada rotasi mutasi, ada pelantikan lagi akhir tahun,” tutupnya.
Merujuk pada data BPS Kota Bogor, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor tahun 2018 mencapai 9,65 persen dan kemudian menurun jadi 9,10 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2020 seiring pandemi, jumlah pengangguran justru melonjak jadi 12,68 persen alias 65.203 orang.
Pengangguran didominasi oleh pria dengan 39.581 orang dan perempuan 25.622 orang.