Friday, 4 April 2025
HomeKabupaten BogorSempat Tren saat Pandemi, Ekspor Tanaman Hias Menurun 50 Persen

Sempat Tren saat Pandemi, Ekspor Tanaman Hias Menurun 50 Persen

Bogordaily.net – Sempat menjadi tren di awal Covid-19, kini usaha mengalami penurunan. Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Makmur bahkan menyebut, ekspor menurun hingga 50 persen.

“Penurunan nya sampai 50 persen untuk ekspor, mangkannya mereka memilih pasar lokal dibanding ekspor, meski harganya jualnya berbeda, ” ujar Makmur, Sabtu 21 Januari 2023.

Makmur mengungkapkan, penurunan ekspor itu dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat di luar negeri sana yang kembali normal pasca Covid-19.

“Kalau disaat pandemi kan banyak orang work from home, jadi banyak aktifitas masyarakat lebih di rumah. Jadi banyak waktu untuk mengurus tanaman dan pesanan tinggi,” kata Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor.

Saat pandemi, kata dia, omset berbisnis justru meningkat pesat dengan rata-rata para penjual meraup keuntungan sebesar Rp200 hingga Rp300 juta per bulan dari bisnis ekspor.

Kendati demikian, pihaknya menuturkan, untuk bertahan hidup dari usaha ini, para petani dan pengusaha memilih menjual ke pasar lokal yang masih dinilai stabil.

“Penurunan nya sampai 50 persen untuk ekspor, mangkannya mereka memilih pasar lokal dibanding ekspor, meski harganya jualnya berbeda, ” sambungnya kepada wartawan.

Sementara itu, salah satu petani asal Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor Fatet mengungkapkan, memang terdapat penurunan penjualan saat ini.

“Kalo ekspor penghasilan saya bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah,” kata Fatet

Biasanya kata Fatet, pembeli dari negara luar membeli melalui media sosial instagram.

“Biasanya kalo orang luar beli kontak ke kami lewat DM instagram, sekarang mah belum ada lagi yang beli,” tambahnya.

(Mutia Dheza Cantika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here