Tuesday, 10 February 2026
HomeNasionalWamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan

Wamenkop Kunjungi KDKMP Kelurahan Air Kepala Tujuh, Pastikan Dukungan dan Pendampingan Berkelanjutan

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) komitmen untuk terus dalam mendampingi operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia salah satunya di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kota Pangkal Pinang.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan bahwa saat ini Kemenkop secara pararel terus melakukan upaya pendampingan dan penguatan tata kelola Kopdes agar target operasionalisasi pada Maret-April 2026 dapat tercapai. Ia menegaskan dengan operasionalisasi, Kopdes nantinya akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang berkeadilan dan inklusif.

“Kopdes ini (harapannya) bisa benar-benar menjadi lembaga ekonomi desa yang selain meningkatkan kebersamaan dan gotong royong antar warga, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa” ujar Wamenkop Farida saat meninjau pembangunan Kopdes/Kel Merah Putih di Kelurahan Air Kepala Tujuh Kota Pangkal Pinang, Selasa (10/2).

Ia menambahkan bahwa kehadiran Kopdes/Kel Merah Putih dapat menjadi jawaban dari permasalahan di masyarakat seperti minimnya lapangan kerja, ekonomi yang sulit tumbuh hingga permasalahan sulitnya akses terhadap berbagai komoditas utama masyarakat.

Wamenkop menegaskan bahwa tenaga kerja yang direkrut harus berasal dari warga setempat. Hal ini untuk memastikan manfaat koperasi benar-benar kembali kepada masyarakat desa. “Jika seluruh gerai aktif, tenaga kerja lokal akan terserap. Jumlahnya bisa bertambah seiring pengelolaan potensi desa yang lebih optimal,”ucapnya.

Ia menekankan bahwa koperasi harus berorientasi pada hasil bumi dan potensi lokal. Keuntungan yang diperoleh dipastikan akan dibagikan kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Oleh sebab itu secara tidak langsung, Kopdes mengajarkan masyarakat untuk berbisnis secara gotong royong.

Kemenkop, lanjut Farida, tidak hanya mendorong upaya percepatan pembangunan aset fisik seperti gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya tetapi juga akan memberikan pendampingan teknis dan penguatan SDM pengelola, pengurus hingga pengawas koperasi. Hal ini akan dilakukan secara simultan agar operasionalisasi Kopdes dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

“Kalau belum tahu ilmu bisnisnya kami dampingi, kami bimtek (Bimbingan Teknis), kalau belum tahu administrasi, ada kepala dinas yang ditugaskan untuk melayani dan membantu masyarakat,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 20 Kopdes/Kel Merah Putih di Kepulauan Bangka dan 26 di Belitung yang sedang dalam tahap pendampingan administrasi hingga proses pembangunan fisiknya. Seluruh proses pembangunan hingga operasionalisasi nantinya akan dikerja samakan dengan dengan PT Timah Tbk.

Skema kerja sama ini memungkinkan hasil pertambangan yang dikelola warga desa melalui koperasi diserap oleh PT Timah, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Hal ini mengacu pada potensi wilayah di Bangka Belitung yang merupakan wilayah dengan potensi tambang dengan jumlah yang sangat besar.

“Hasil pertambangan dari desa dikerjakan oleh warga desa setempat melalui wadah koperasi hasilnya nanti akan diserap oleh PT Timah. Jadi ini semua sedang kami persiapkan,” ucap Wamenkop.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here