Bogordaily.net – Peta pendidikan tinggi di Kabupaten Bogor resmi memasuki babak baru. Akademi Kebidanan UQI Bogor dan STIA Sandikta Bekasi kini sah bergabung dan bertransformasi menjadi Universitas Islam Bogor.
Momentum penting ini ditandai dengan serah terima Surat Keputusan (SK) Izin Penggabungan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.
Prosesi penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, kepada pihak yayasan penyelenggara. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa oleh Agus Tamami, sebagai bentuk harapan agar transformasi kelembagaan ini membawa keberkahan dan kemajuan.
Wujud Syukur dan Perjuangan Panjang
Dalam sambutannya, Dewan Pengawas IUQI Bogor, Saiful Falah, menyampaikan rasa syukur mendalam atas terbitnya SK penggabungan tersebut.
Ia menilai, proses menuju berdirinya Universitas Islam Bogor bukanlah perjalanan singkat, melainkan melalui tahapan panjang, persiapan administratif, hingga pemenuhan berbagai persyaratan regulasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan pihak yang terlibat dalam proses penggabungan, yang dinilai sebagai tonggak sejarah penting bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam di Bogor dan sekitarnya.
Dalam sambutan sekaligus arahannya, Lukman menegaskan bahwa, mengelola perguruan tinggi bukan perkara mudah dan tidak pula murah.
Di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah IV yang membawahi 415 perguruan tinggi di 23 kabupaten/kota, tantangan tata kelola menjadi aspek fundamental yang menentukan maju atau tidaknya sebuah institusi.
Ia menyoroti tiga poin utama yang harus menjadi perhatian serius pasca diterbitkannya SK:
-
Tata kelola perguruan tinggi wajib memenuhi standar nasional serta memiliki orientasi internasional.
-
Penjaminan mutu harus dijalankan secara konsisten melalui pelaporan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PPDIKTI).
-
Mahasiswa harus menjadi pusat pelayanan sekaligus fokus utama dalam peningkatan mutu pendidikan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa reputasi kampus akan sangat ditentukan oleh kualitas lulusannya dan tingkat daya serap di dunia kerja.
Karena itu, Universitas Islam Bogor dituntut mampu bersaing dalam momentum penerimaan mahasiswa baru yang akan dimulai pada Juli mendatang.
Menurutnya, terdapat empat aspek yang umumnya menjadi pertimbangan calon mahasiswa ketika memilih perguruan tinggi, yakni kualitas sarana prasarana kampus, mutu lulusan, keterjangkauan biaya pendidikan, serta status akreditasi.
Tujuh Program Studi Resmi Dibuka
Berdasarkan SK yang dibacakan dalam acara tersebut, Universitas Islam Bogor yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Ummul Quro Al-Islami Bogor akan membuka tujuh program studi, yakni:
-
Kebidanan Program Diploma Tiga
-
Administrasi Bisnis Program Sarjana
-
Administrasi Publik Program Sarjana
-
Administrasi Kesehatan Program Sarjana
-
Bisnis Digital Program Sarjana
-
Fisika Program Sarjana
-
Informatika Program Sarjana
Komposisi program studi tersebut menunjukkan perpaduan antara rumpun kesehatan, sosial-humaniora, sains, dan teknologi, yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
LLDIKTI Wilayah IV juga mengingatkan bahwa setelah izin operasional diberikan, universitas memiliki tanggung jawab besar untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Selain itu, institusi wajib menjalankan sistem penjaminan mutu internal secara berkelanjutan dan segera mengajukan akreditasi ke BAN-PT atau lembaga akreditasi resmi lainnya.
Pelaporan penyelenggaraan program studi juga harus dilakukan secara berkala setiap semester melalui sistem yang telah ditetapkan pemerintah.
Dorongan Peningkatan Kualitas Dosen
Dalam arahannya, Lukman turut memotivasi para dosen agar terus meningkatkan jabatan fungsional hingga mencapai profesor.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyediakan dukungan anggaran signifikan untuk peningkatan kualitas dosen, termasuk melalui program sertifikasi dan percepatan jabatan akademik.
“Perguruan tinggi tidak akan maju tanpa dosen yang terus bertumbuh,” pesannya.
Menutup sambutannya, Lukman mengibaratkan Universitas Islam Bogor sebagai “bayi yang baru lahir” yang membutuhkan perhatian, komitmen, dan kerja sama seluruh elemen untuk tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi yang kuat dan membanggakan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada Pembina Yayasan serta sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya babak baru perjalanan Universitas Islam Bogor dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, profesional, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
