Wednesday, 11 March 2026
HomeKota BogorKomisi IX DPR RI Sidak ke Pasar Jambu Dua Bogor, Temukan Harga...

Komisi IX DPR RI Sidak ke Pasar Jambu Dua Bogor, Temukan Harga Bahan Pokok Stabil dan Pasar Berpredikat Aman Pangan

Bogordaliy.net – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik sekaligus inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jambu Dua pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi keamanan pangan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyampaikan apresiasinya terhadap pengelolaan pasar di Bogor yang dinilai cukup baik, terutama dalam hal kebersihan serta pengawasan kualitas pangan.

“Hari ini kita banyak mendapatkan informasi dan catatan. Salah satu prestasi Kota Bogor adalah mendapat penghargaan sebagai kota aman pangan, dan pasar ini (Jambu Dua) juga mendapatkan penghargaan SNI dari Pemerintah Pusat,” ujar Yahya Zaini.

Kepatuhan Keamanan Pangan Capai 90 Persen

Meski memberikan apresiasi terhadap kondisi pasar yang dinilai bersih dan modern, Yahya juga menyoroti masih adanya sejumlah pekerjaan rumah terkait kepatuhan terhadap standar keamanan pangan.

Menurutnya, tingkat kepatuhan terhadap aturan keamanan pangan di Kota Bogor saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Namun masih terdapat sekitar 10 persen yang perlu terus ditingkatkan.

“Meningkatkan edukasi, sosialisasi intensif, serta pengawasan langsung. Bilamana terjadi kasus, langsung adukan ke kepolisian karena ini menyangkut keamanan makanan yang berbahaya bagi kesehatan,” tegasnya.

Terkait ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Idulfitri, Komisi IX mencatat harga di Pasar Jambu Dua masih relatif stabil.

“Kami sudah melihat ke lapangan langsung dan ternyata pasarnya bersih, harga-harga yang dijual oleh pedagang masih belum ada kenaikan. Walaupun biasanya menjelang bulan suci ada kenaikan minimal 5-10 persen,” tambah Yahya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang mendampingi kunjungan tersebut, menjelaskan bahwa predikat “Kota Aman Pangan” diraih berkat kerja keras Satgas Keamanan Pangan. Satgas ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, BPOM, BPJS Kesehatan, hingga Kementerian Kesehatan.

“Semua daerah harus mengkolaborasikan beberapa pihak. Di Bogor, timnya solid. Masyarakat juga kami imbau aktif melapor jika menemukan makanan dengan warna mencurigakan atau bau tak sedap,” kata Dedie.

Dedie memastikan bahwa BPOM Kota Bogor sangat aktif melakukan pemantauan rutin. Terkait hasil tes sampel pangan yang diambil hari ini, ia menyebutkan bahwa proses pengujian sedang berjalan, namun ia optimis hasilnya akan tetap menunjukkan kondisi aman seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Insya Allah aman. Selama tim solid dan masyarakat mau melakukan pengecekan, bisa melakukan pengaduan melalui kami (Pemkot) dan kami akan teruskan ke BPOM,” pungkasnya.

(Abizar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here