Bogordaily.net – Nama Badan Gizi Nasional kembali menjadi perbincangan hangat setelah beredarnya data anggaran yang memicu tanda tanya besar di kalangan publik.
Sorotan tersebut muncul usai terungkapnya nilai anggaran pengadaan alat makan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp4,19 triliun.
Informasi ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi viral, terutama setelah diunggah oleh akun Instagram @bantenraya pada 12 April 2026.
Berdasarkan data yang beredar, anggaran sebesar Rp4.196.589.147.000 tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat makan di 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Yogyakarta.
Besarnya nilai anggaran ini langsung memancing perhatian publik, mengingat cakupan proyek yang dinilai relatif terbatas.
Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat rincian nilai proyek yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah unit layanan yang dilayani.
Tak hanya soal nominal, publik juga menyoroti durasi pelaksanaan proyek tersebut.
Disebutkan bahwa proyek pengadaan alat makan ini memiliki masa kontrak hanya sekitar dua bulan dan bahkan dikategorikan sebagai paket usaha kecil.
“Sorotan makin panas karena paket tersebut disebut masuk kategori usaha kecil dan berjalan hanya dalam dua bulan kontrak,” tulis unggahan tersebut.
Kombinasi antara nilai anggaran besar, cakupan terbatas, serta durasi proyek yang singkat menjadi faktor utama yang memicu polemik.
Reaksi Warganet Dari Kritik hingga Sindiran
Viralnya informasi ini memicu gelombang reaksi dari warganet di berbagai platform media sosial.
Banyak yang mempertanyakan transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran dalam program tersebut.
Beberapa komentar bahkan menyentil lembaga penegak hukum untuk turun tangan menyelidiki temuan ini.
“Hello @official.kpk masih bangun kan?,” tulis akun @meran07.
Sementara itu, warganet lain menyoroti potensi pemanfaatan anggaran tersebut untuk sektor lain yang dianggap lebih mendesak.
“Jalan rusak se-provinsi udah beres pakai duit segitu,” komentar akun @_Sardihidayat.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan minimnya respons publik dalam bentuk aksi nyata.
“Kenapa tidak ada yang demonstrasi padahal udah terang-terangan,” tulis akun @ramos_tio.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional terkait validitas data yang beredar maupun rincian penggunaan anggaran tersebut.
