Bogordaily.net – Pertandingan Persib vs Bali United selalu punya cerita. Kali ini lebih dari sekadar tiga poin. Ini tentang rekor. Tentang napas panjang yang belum juga putus.
Minggu malam itu, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib Bandung menang 3-2 atas Bali United. Skor tipis. Tapi dampaknya tebal.
Empat belas. Angka itu kini melekat pada Persib. Empat belas pertandingan tanpa kalah. Sebuah laju yang tidak datang tiba-tiba.
Terakhir kali Persib tumbang pada 14 Desember 2025. Di markas Malut United. Skornya 0-2. Sejak itu, seperti ada yang berubah. Mesin tidak lagi mudah mati.
Pelatih Bojan Hodak tampaknya menemukan ritme. Timnya tidak selalu menang mudah. Tapi selalu menemukan jalan pulang.
Dalam pertandingan Persib vs Bali United itu, jalan pulang terasa berliku. Bali United memberi perlawanan sengit. Tidak ada ruang santai. Setiap gol dibayar dengan tekanan.
Rekor 14 laga tanpa kalah itu melampaui capaian Persebaya Surabaya musim ini yang berhenti di angka 13. Lebih jauh lagi dari Borneo FC yang sempat bertahan di 11 laga.
Namun sejarah Persib sendiri belum terlampaui. Musim lalu, mereka pernah mencatat 18 laga tanpa kekalahan. Itu masih jadi patokan. Masih jadi bayangan.
Rekor nasional? Masih jauh. Persipura Jayapura pernah melaju tanpa kalah dalam 26 pertandingan pada 2013. Itu bukan sekadar rekor. Itu legenda.
Kini Persib berdiri di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Selisih empat poin dari Borneo FC. Tidak jauh. Tapi cukup untuk bernapas lebih lega.
Ada tujuh pertandingan tersisa. Jika semua disapu bersih, bukan hanya gelar yang didapat. Tapi hattrick juara Liga Indonesia.
Tentu tidak akan mudah. Lawan-lawan akan datang dengan satu tujuan: memutus rekor itu.
Dan setiap orang kini menunggu: apakah pertandingan Persib vs Bali United kemarin adalah puncak—atau justru awal dari sesuatu yang lebih besar?***
